Pengiriman Barang Masuk Riau Lebih Banyak Bila Dibandingkan yang Keluar

0
408
ilustrasi barang (shutterstock.com)

Pekanbaru – (suaracargo.com)

Penanganan bencana asap di Riau setahun terakhir membawa pengaruh besar bagi sektor bisnis jasa pengiriman barang ekspres.

Dewan Pimpinan Wilayah Riau Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mencatat, selama tahun 2016 pertumbuhan trafik pengiriman barang di Riau mencapai 80 persen dibanding saat bencana asap rutin terjadi di Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Riau Asperindo, Yandri Lubis, Senin (13/3/2016) mengatakan, secara rata-rata pada lima tahun terakhir bisnis jasa pengiriman ekspres mengalami peningkatan. “Peningkatan paling signifikan terjadi saat di tahun 2016 baik dari segi trafik dan jumlah barang,” tuturnya.

Ia mengatakan, selain kondisi bencana asap yang tidak terjadi, perkembangan bisnis online menjadi salah satu faktor tumbuhnya bisnis ini. Pada bidang usaha ini, sektor bisnis online berkontribusi pada total pengiriman pelaku usaha jasa pengiriman sebesar kurang lebih 15 persen. Meski mengalami pertumbuhan oleh karena peranan bisnis online, untuk wilayah Riau ratio barang yang dikirim keluar daerah dengan yang masuk mengalami ketimpangan.

“Dari total barang yang dikirim lebih banyak barang yang dikirim masuk ke Riau ketimbang barang yang dikirim keluar,” katanya.

Dari data Asperindo perbandingan antara barang yang dikirim keluar sebesar 30 persen dari total pengiriman dan barang yang masuk sebesar 60 persen. Yandri mengatakan perilaku konsumtif masyarakat Riau yang berbelanja online menjadi faktor besar terjadinya kondisi tersebut.

Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan penyedia jasa pengiriman ekspres di Riau mencatat hal yang hampir serupa. Dari total pengirman barang yang dilakukan, perusahaan ini mencatat barang yang masuk ke Riau paling banyak dibanding barang yang dikirim keluar Provinsi Riau.

Wakil Kepala Cabang JNE Pekanbaru, Zulheri Adha mengatakan pengiriman barang masuk wilayah Riau lebih banyak tiga kali lipat dibanding barang yang dikirim keluar Riau.

“Kiriman yang masuk ini didominasi produk berjenis fashion seperti aksesoris dan garmen serta produk berjenis makanan,” katanya, seperti dilansir tribunpekanbaru.com.

Terpengaruh terhadap faktor pesatnya pertumbuhan bisnis jual beli online dan bencana asap yang berkurang di Riau, perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan pengiriman barang sebesar 40 persen rata-rata pertahunnya.

“Dengan pertumbuhan yang cukup baik tersebut perusahaan mampu memperluas jaringannya di Riau di 2016 dari belasan cabang kini telah memiliki 33 cabang tersebar di berbagai daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan perluasan jaringan ini tentunya akan mendorong akses layanan yang lebih mudah bagi masyarakat.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here