Pengiriman Barang Melalui JNE Cabang Palembang Capai 15 Ton Per Hari

0
29
JNE ikut memberi kemudahan proses pengiriman motor tim Furukawa Battery Indonesia ke AXCR 2017 Thailand lalu. Foto: Istimewa

Palembang – (suaracargo.com)

Pengiriman barang melalui jasa pengiriman barang Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Palembang saat ini untuk barang yang masuk mencapai 15 ton perhari. Sedangkan barang keluar berkisar antara 4-5 ton perhari.

Branch Manager Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Palembang M Daud di Palembang, Jumat mengatakan, pengiriman barang itu masih didominasi ‘incoming’ atau barang yang masuk bila dibandingkan barang yang keluar.

Menurut dia, dari 15 ton pengiriman barang yang masuk tersebut hampir sekitar 40 persen didominasi oleh transaksi penjualan daring (online).

Ia mengatakan, pasar transaksi melalui daring saat ini memang mengairahkan dimana pertumbuhan pasar daring ini mampu menggeser pasar ritel secara nasional, tetapi sayangnya kalau di Palembang pasar daring ini baru sekitar 20 persen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan supaya lebih nyaman ketika bertransaksi dengan melakukan berbagai perbaikan infrastruktur, di antaranya dengan melakukan penambahan counter dari 12 counter sebelumnya, menjadi 16 counter dan renovasi terhadap cabang-cabang JNE yang lain.

 

“Selain itu, terhitung pada 1 November 2017, kami juga mulai menerapkan pelayanan pengiriman 24 jam di cabang JNE Mayor Ruslan. Kalau di sini memang baru kita terapkan layanan 24 jam, tapi untuk cabang Pakjo sebenarnya sudah kita terapkan beberapa bulan lalu,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, penambahan jam operasioanal JNE ini untuk mengakomodasi pelanggan atau customer pekerja, jadi mereka bisa tetap melakukan pengiriman pada malam hari.

Sementara itu, Head Of Regioanal Sumatera, Edwina Yudianti menambahkan, Sementara itu, Head Of Regioanal Sumatera, Edwina Yudianti menambahkan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pada tahun depan mereka juga akan lebih dekat ke usaha kecil menengah. “Kami arahkan para UKM itu, untuk menumbuhkan ekonomi ke masyarakat di masing-masing cabang,” katanya.

Jadi, melakukan sosialisasi supaya para UKM itu bisa meningkatkan penjualan melalui daring, karena masih banyak yang belum melek teknologi, katanya, seperti dilansir antarasumsel.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY