Pengiriman Barang Selama Ramadhan Diprediksi Meningkat Antara 30 Hingga 40 Persen

0
908
Ilustrasi pengiriman barang (Andika Panduwinata/wartakota.tribunnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia, Mohamad Feriadi, memprediksi pengiriman barang pada Ramadhan tahun ini meningkat 30-40 persen.

Para pelaku usaha logistik, kata dia, sudah harus mulai bersiap menghadapi lonjakan tersebut. “Bisa dibilang Ramadan adalah masa panen industri logistik,” kata Feriadi, yang juga Presiden Direktur Tiki Jalur Nugraha Ekakurir(JNE), saat berkunjung ke kantor Tempo, Senin, 17 April 2017.

JNE misalnya, kata Feri–sapaan Feriadi–mampu menangani pengiriman barang hingga 16 juta paket per bulan dalam kondisi normal. Ketika masuk masa Ramadhan, volume pengiriman bisa naik hingga di atas 20 juta paket per bulan.

Peningkatan signifikan tersebut, dia menjelaskan, terjadi pada pengiriman barang-barang konsumsi, seperti makanan dan pakaian, yang memang selalu meningkat selama bulan puasa.

“Puncaknya bakal terjadi di pekan kedua dan ketiga Ramadhan. Menjelang Lebaran, akan ada peningkatan pengiriman kendaraan bermotor.” Feri menyarankan pengguna jasa logistik merencanakan pengiriman barang sejak jauh hari untuk menghindari penumpukan. Selain itu, kata dia, biasanya pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan truk untuk kelancaran arus mudik sepekan sebelum dan setelah Lebaran. “Hal ini bisa menghambat pengiriman barang.”

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkapkan rencana pembatasan angkutan barang dan truk pengangkut bahan-bahan galian atau tambang selama 16 hari pada masa mudik Lebaran nanti. Pembatasan akan dilakukan pada H-7 sampai H+7 Lebaran. Pembatasan terhadap truk berkapasitas 14 ton atau truk dengan tiga sumbu akan diberlakukan selama sembilan hari. Truk berkapasitas lebih dari 14 ton atau truk bersumbu lebih dari tiga akan dibatasi mulai H-4 sampai H+3 Lebaran.

Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan, pemerintah berupaya mengantisipasi potensi terjadinya kemacetan, misalnya di pintu keluar jalan tol Brebes. Pengguna jalan diimbau mencoba jalur alternatif dan tidak terpaku pada satu rute saja.

Feri menuturkan, perusahaan logistik akan mengalihkan pengiriman paket menggunakan moda transportasi lain. “Misalnya, yang biasa diangkut menggunakan truk dialihkan ke kereta api.”

Penulis: Praga Utama / Aditya Budiman
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here