Pengusaha Angkutan Barang Minta Penggunaan BBG Jangan Hanya Jadi Wacana

0
175
truk BBG (supplychain.com)
truk BBG (supplychain.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Proyek pengembangan jalur kereta barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang sempat tertahan bertahun-tahun kini bakal segera dimulai. Rencananya, pertengahan bulan Oktober ini, proyek ini mulai dikerjakan konstruksinya. Alat-alat berat sudah ada di lokasi kawasan Tanjung Priok.

Sebelumnya, persoalan lahan hingga tarik ulur perizinan antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator kereta dan PT Pelindo II (Persero) sebagai operator pelabuhan membuat pembangunan menjadi terlambat.

Vice President Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin menjelaskan rencana pengembangan kereta pelabuhan mengalami perkembangan pesat. Persoalan lahan sudah hampir 100%.

Warga sudah sepakat terhadap harga yang ditawarkan PT KAI dan bersedia melepas lahannya. Saat ini, ada 7 rumah warga dan 1 rumah ibadah yang menunggu proses pembayaran.

“Sudah nggak ada masalah prinsip, ini tinggal kelengkapan administrasi seperti verifikasi sertifikat tanah dari warga setelah itu ditunjuk notaris dan lawyer baru baru dibayar. Pokoknya status tanah sudah clean and clear, tinggal masalah administrasi,” kata Agus kepada detikFinance, Selasa (13/10/2015).

Agus menyebut pembangunan jalur kereta baru dari Stasiun Pasoso menuju dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) bakal dimulai pada pertengahan Oktober 2015. Jalur baru itu membentang 1,4 kilometer (km).

“Peralatan (alat berat) sudah ditaruh di lokasi,” ujarnya, seperti dilansir detik.com.

Sesuai target, proyek kereta pelabuhan bisa beroperasi mulai akhir Februari 2016. Pembangunan jalur rel hingga stasiun baru dan fasilitas bongkar muat di dalam JICT dilakukan oleh KAI.

“Pasoso-JICT dibangun single track. Namun di JICT ada 3 jalur untuk bongkar muat,” ujarnya.

Saat beroperasi, fasilitas bongkar muat di stasiun JICT bisa melayani 1 rangkaian kereta yang terdiri dari 30 gerbong kereta. Kereta tersebut, kata Agus bisa membawa kontainer ke Terminal Dry Port di Cikarang hingga Surabaya dan Bandung.

“Bisa Surabaya, Bandung, bisa Cikarang Dry Port. Saat beroperasi bisa otomatis kurangi kemacetan (di sekitar pelabuhan),” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY