Pengusaha Berharap Kasus Dwelling Time Jangan Pengaruhi Pengembangan Pelabuhan Cirebon

0
308
Pelindo II Rancang Pelabuhan Cirebon Terhubung Tol Kanci. Foto: Istimewa (jppn.com)
Pelindo II Rancang Pelabuhan Cirebon Terhubung Tol Kanci. Foto: Istimewa
(jppn.com)

Cirebon – (suaracargo.com)

Pengusaha Cirebon berharap, penanganan kasus hukum “dwelling time” yang menimpa PT Pelindo II tidak akan mempengaruhi rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon yang sudah dibahas matang.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Cirebon Yuyun Wahyu Kurnia, rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon yang sudah direncanakan dan dibahas matang, memberikan harapan besar kepada warga wilayah Cirebon.

“Dampak pengembangan Pelabuhan Cirebon bukan hanya akan dirasakan warga Kota Cirebon tetapi wilayah III Cirebon dan sekitarnya,” kata Yuyun Jumat (4/9/2015).

Diakuinya, rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon memang sempat memunculkan sikap apatis dan keraguan sebagian kalangan. Pasalnya, rencana pengembangan sebenarnya sudah digagas pemerintah baik daerah, provinsi maupun pusat, sejak tahun 1990-an.

“Namun ternyata pengembangan Pelabuhan Cirebon hanya sekedar di tataran wacana dan tidak direalisasikan,” tukasnya, seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Namun, ketika Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino memberikan jaminan kepastian dilaksanakannya rencana itu, sikap sangsi terhapus.

Lino bahkan menjanjikan PT Pelindo II menambah lagi alokasi anggaran sebesar 50%, dari Rp 2 triliun menjadi Rp 3 triliun, untuk tahap awal pengembangan.

Menanggapi kekhawatiran itu, Manajer Operasional PT Pelindo II Cirebon, Yossianus Marciano, menegaskan, rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon jalan terus.

“Belakangan ini kami dari Cirebon bahkan hampir setiap minggu, kadang seminggu dua kali intens membahas perkembangan proyek ini,” katanya.

Menurut Yossy, saat ini studi kelayakan sudah mendekati rampung. “Dalam waktu bersamaan otoritas pelabuhan juga sedang menggodok master plan. Kami berharap Oktober mendatang selesai, sehingga bisa secepatnya mulai pembangunan fisik,” katanya.

Seperti diketahui kasus “dwelling time” atau waktu bongkar muat yang terkait dengan PT Pelindo II sudah masuk ke dalam ranah hukum, dan tengah ditangani polisi.

Kantor Lino bahkan sempat digeledah polisi, yang kemudian berujung kepada ancaman pengunduran diri Lino.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here