Pengusaha Dukung Aktivasi Rel Pelabuhan Panjang

0
464
Jalur kereta api yang menuju Pelabuhan Panjang terbengkalai, Senin (14/9). Selain kondisi yang sudah jelek dan berkarat, barang yang menjadi komoditas untuk dikirim melalui jalur kereta tersebut belum ada sehingga belum siap dan bisa direalisasikan. (LAMP
Jalur kereta api yang menuju Pelabuhan Panjang terbengkalai, Senin (14/9). Selain kondisi yang sudah jelek dan berkarat, barang yang menjadi komoditas untuk dikirim melalui jalur kereta tersebut belum ada sehingga belum siap dan bisa direalisasikan. (LAMP

Lampung – (suaracargo.com)

Keberadaan saran infrastruktur sangat penting untuk memajukan pembangunan dan perekonomian di suatu daerah. Apalagi jika keberadaannya berkaitan dengan moda transportasi darat, laut, dan udara yang membuat biaya dan waktu perjalanan makin efisien dan ekonomis.

Karena itu, sangat disayangkan jika keberadaan rel kereta api jalur Pelabuhan Panjang mulai Stasiun Pidada—Panjang sepanjang 2,5 km ditelantarkan dan sudah tertutup permukiman warga serta fasilitas lainnya. Padahal, keberadaan rel kereta api yang menuju Pelabuhan Panjang dipastikan mampu mengurangi tingkat kerusakan dan kemacetan di jalan raya dan biaya logistik serta waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan.

Sebagaimana dilansir lampost.co, daerah Sai Bumi Ruwa Jurai merupakan daerah agrobisnis yang industrinya tersebar di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Sebut saja industri gula, karet, CPO, kopi, termasuk batu bara dan semen yang semuanya membutuhkan moda transportasi bagi pengangkutan komoditasnya ke luar daerah, baik melalui perdagangan lokal maupun ekspor melalui Pelabuhan Panjang. Demikian pula sebaliknya, masuknya barang dari luar daerah ataupun impor perlu didistribusikan melalui jalur rel kereta api.

Karena itu, wajar para pengusaha sangat mendukung dan terbantu jika jalur rel kereta api menuju Pelabuhan Panjang ini dapat difungsikan kembali. Sebab, dengan menggunakan moda transportasi kereta api, distribusi barang menjadi lebih cepat, volume angkut lebih banyak, dan biayanya lebih murah.

Untuk itu, kebijakan Pemerintah Pusat mengoptimalkan jalur laut dan membuka jalur kereta api untuk memperlancar distribusi barang sangat kita dukung. Sebagai daerah maritim, Lampung menjadi jalur tol laut yang menghubungkan satu daerah di Pulau Sumatera dengan daerah lainnya di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah daerah dengan instansi terkaitnya harus tegas menindak pelaku distribusi melalui jalur darat yang muatan barangnya melebihi tonase yang ditetapkan. Jika tonase berlebih dan diperkirakan akan merusak infrastruktur jalan, hendaknya menggunakan moda transportasi kereta api untuk mengangkut komoditasnya.

Akhirnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah hendaknya direncanakan dengan matang. Jangan sampai ada fasilitas yang dibangun pemerintah dengan uang rakyat terbengkalai tidak dimanfaatkan optimal.

Kita berharap agar pemerintah daerah dapat mendorong dan merealisasikan serta merevitalisasi penggunaan jalur kereta api menuju Pelabuhan Panjang. Jangan sampai ada kepentingan tertentu, baik pribadi atau golongan, yang menghambat revitalisasi daerah tersebut. Dengan demikian, ekonomi di sekitar wilayah tersebut menjadi bergairah, termasuk membuka lapangan pekerjaan masyarakat. Akhirnya, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain juga, harga komoditas kita makin dapat bersaing di dunia internasional karena terpotong biaya logistiknya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here