Pengusaha Logistik Anggap Kereta Pelabuhan Bisa Hemat 30 Persen

0
354
Seorang pekerja melintas tak jauh dari gerbong kereta api yang akan diangkut mengunakan kapal di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7). Pemerintah Jawa Timur berencana menghidupkan kembali jalur-jalur kereta menuju pelabuhan.(FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
Seorang pekerja melintas tak jauh dari gerbong kereta api yang akan diangkut mengunakan kapal di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7). Pemerintah Jawa Timur berencana menghidupkan kembali jalur-jalur kereta menuju pelabuhan.(FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Mashita membantah pernyataan Direktur Utama Pelindo II RJ Lino yang mengatakan keberadaan kereta pelabuhan tak menguntungkan dan tak efisien bagi pengangkutan barang dari dan ke pelabuhan. Keberadaan kereta api ke Pelabuhan Tanjung Priok justru dinilai sangat bermanfaat bagi pengusaha logistik.

“Pernyataan Dirut Pelindo II RJ Lino salah besar,” kata Zaldy dalam keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2015.

Menurut Zaldy, ada dua alasan mengapa kereta api sangat dibutuhkan untuk masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Pertama, untuk mengurangi kemacetan yang sudah sangat parah di jalan-jalan akses masuk dan keluar pelabuhan. Kedua, untuk mengurangi biaya transport kontainer dari atau menuju pelabuhan.

Zaldy mencontohkan 4-5 tahun lalu, truk bisa mendapatkan 4 kali trip per hari dari Cikarang ke Priok. Sekarang truk hanya bisa 1,4 kali trip per hari. Akibatnya biaya transportasi menjadi tinggi yakni mencapai Rp 35 ribu per kilometer dibandingkan Rp 20 ribu per kilometer dalam kondisi normal untuk jarak yang sama. “Karena itu dibutuhkan alternatif kereta api untuk mengurangi kemacetan yang membuat biaya transport ke dan dari Tanjung Priok menjadi tinggi,” kata Zaldy, seperti dilansir tempo.co.

Dengan kereta api dari Cikarang ke Pelabuhan, Zaldy mengatakan, biaya logistik diharapkan bisa ditekan menjadi Rp 25 ribu per kilometer atau hemat 25-30 persen daripada menggunakan truk seperti sekarang ini. Seandainya harga pengangkutan via kereta sama dengan truk sekalipun, penggunaan kereta api akan lebih menguntungkan dari sisi waktu. “Waktu tempuh dari Cikarang ke Priok sekarang ini bisa mencapai 4-5 jam dan bisa lebih kalau terjadi kemacetan parah,” katanya.

Menurut Zaldy, Priok sudah menjadi biang kemacetan Jakarta. Pasalnya, 85 persen truk yang masuk Priok berasal dari kota-kota di luar Jakarta. Hal ini membuat jaringan jalan di Ibukota menjadi lumpuh. Dia yakin, kereta api adalah solusi jangka pendek yang baik untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Apalagi biaya investasinya juga tidak terlalu banyak, “karena relnya sudah ada dan tinggal pakai saja.”

RJ Lino sebelumnya mengatakan kereta api pelabuhan tidak efisien. Pernyataan ini diungkapkan setelah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli datang mendadak ke pelabuhan dan menghancurkan beton penghalang rel kereta di sana.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here