Pengusaha Logistik Berharap Asing Jangan Sampai Dominasi Bisnis Logistik di Indonesia

0
434
Ilustrasi Logistik Foto: Ilustrasi/Istimewa

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah boleh saja membuka bisnis distribusi bagi investasi asing dalam paket kebijakan tahun ini. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengingatkan, sesuai dengan Undang-Undang 38/2009 tentang Pos, pemerintah harus menjamin keberlangsungan pelaku bisnis logistik untuk industri lokal.

Makanya, kalaupun para pebisnis asing hendak meraup rezeki di dalam negeri, mereka harus bermitra dengan pengusaha lokal. “Untuk kiriman dalam negeri itu haram asing,” tandas Ketua Umum Asperindo M. Kadrial, Senin (21/3), sebagaimana dilansir kontan.co.id.

Seperti kita tahu, dalam paket kebijakan yang meluncur awal tahun ini, pemerintah ingin melonggarkan pemilikan asing di bisnis distribusi. Jika semula dibatasi maksimal 33%, kini pengusaha asing boleh memiliki saham hingga 67%.

Asperindo, berharap pemain asing turut menggarap bisnis logistik dan pemerintah bisa mengarahkan pelaku asing ke bisnis infrastruktur. Pasalnya, saat ini kondisi infrastruktur masih menjadi ganjalan besar bagi bisnis logistik tanah air.

Terlepas dari kekhawatiran dominasi asing tersebut, Asperindo memprediksi, hingga tahun 2019 nanti bisnis logistik Indonesia memang bakal tumbuh 12,5% per tahun. Khusus untuk tahun ini, Asperindo memproyeksikan 25% dari pendapatan bisnis logistik nasional berasal dari jasa pengiriman untuk e-commerce. Target pertumbuhan bisnis e-commerce sendiri sebesar 40%.

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir tak kaget dengan asumsi pertumbuhan bisnis e-commerce itu. Sebab mereka sendiri juga merasakan dampak dari geliat hebat bisnis e-commerce dalam beberapa tahun ini.

Kalau mengintip catatan tahun lalu, pengiriman barang JNE tumbuh lebih dari 40%. “Gambarannya, 2015 kira-kira jumlah kiriman 12 juta dan 2014 sekitar delapan juta,” kata Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi.

PT Pos Indonesia juga merasakan dampak serupa. Perusahaan pelat merah itu sekarang kian getol menangkap peluang bisnis e-commerce. Februari lalu, PT Pos mengklaim jumlah barang yang mereka kirimkan lebih melonjak. “Naik dua kali lipat,” klaim Agus F. Handoyo, Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here