Pengusaha Logistik Berharap Pemerintah Dukung Pameran Logistik

0
492
Ilustrasi cargo (foto:istimewa)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah diharapkan bisa menyukseskan pameran Indonesia Transport, Supply Chain and Logistics serta Jakarta International Logistic Summit Expo 2016 agar bisa menjadi ajang pertemuan antar para pelaku usaha logistik tingkat dunia.

Wisnu W Petalolo, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia mengatakan, Indonesia perlu meniru pemerintah Thailand yang menggelar acara sejenis TILOG Logistix 2016 di Bangkok, Thailand, pada tanggal 21-23 September 2016 lalu.

cargo-jakarta

Dia menyebutkan bahwa acara TILOG Logistix 2016 itu adalah acara pemerintah Thailand untuk mempertemukan seluruh pelaku usaha logistik Asia Tenggara untuk saling bekerja sama.

“Kami dari Indonesia ada perwakilan ALFI, Aptrindo, dan ALI. TILOG menargetkan ada 10.000 pengunjung dan pameran itu ini mengakomodasi seluruh delegasi untuk dapat bertemu dengan partner bisnis mereka masing-masing,” terang Wisnu kepada Bisnis, Selasa (11/10/2016).

Acara yang diinisiasi Pemerintah Thailand, yang menginisiasi acara ini, mengundang perwakilan-perwakilan asosiasi logistik di seluruh Asia Tenggara dan perwakilan dari negara sekitar melalui Departemen Perdagangan Internasional untuk mempromosikan logistik di Thailand.

Salah satu kesimpulan yang dihasilkan dari acara tersebut adalah, Thailand mengakui kebutuhannya kepada Indonesia terkait masalah impor dan ekspor produk dari Thailand ke Indonesia ataupun sebaliknya.

Wisnu mengakui bahwa pihaknya mendapatkan banyak saran dari pelaku usaha asing agar mekanisme regulasi industri di Indonesia bisa dipermudah. Selain itu, prosedur impor bisa lebih mudah, khususnya terkait masa karantina yang bisa memakan waktu terlampau lama.

TILOG yang sukses mempertemukan para pebisnis dengan mitra kerja negara lain diharapkan Wisnu bisa menjadi contoh pada acara Indonesia Transport, Supply Chain and Logistics (ITSCL) serta Jakarta International Logistic Summit Expo (JILSE) 2016. Dengan demikian dia meyakini Indonesia bisa meningkatkan daya saingnya di kancah logistik internasional.

“Kami harapkan agar ITSCL dan JILSE ini juga bisa mengundang banyak pelaku usaha logistik asing, dan oleh sebab itu penyelenggara wajib memfasilitasi para peserta dengan baik. Karena, pertemuan dari TILOG saja misalnya delegasi bisa bertemu banyak partner, jadi ini bukan ajang pameran saja tapi ajang kerja sama pelaku usaha antarnegara,” tegasnya.

Sebelumnya, Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) yang juga menjadi delegasi Indonesia pada acara TILOG Logistix menyatakan bahwa Indonesia harus menyusun rencana pembangunan jangka panjang secara terperinci seperti Thailand jika ingin menjadi hub Asia Tenggara.

Dia menilai pembangunan infrastruktur pelabuhan, kereta api, dan jalan darat di Thailand berkembang lebih cepat ketimbang di Indonesia.

Selain itu, menurut Zaldy, ranking Thailand yang jauh di atas Indonesia dalam Logistic Performance Index (LPI) yang dikeluarkan Bank Dunia menjadi penanda ketidaksiapan Indonesia menjadi hub logistik. Dia sendiri menganggap Indonesia tidak pernah serius mencanangkan diri menjadi hub Asia Tenggara setara dengan Singapura dan Malaysia.

“Selain itu, Thailand sangat serius menurunkan biaya logistik terutama pelabuhan, tidak seperti Indonesia yang biaya pelabuhannya tidak kunjung turun,” tegasnya, seperti dilansir bisnis.com.

Zaldy menilai, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo belum mengeluarkan dasar hukum yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai hub logistik Asia Tenggara. Pada kepemimpinan sebelumnya, yaitu periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah juga hanya mengeluarkan acuan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang belum terimplementasi sempurna sampat saat ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, Thailand menargetkan pada 2032 sudah menjadi hub di Asia Tenggara. Thailand juga menargetkan penurunan biaya logistik yang saat ini masih 14% dari produk domestik bruto menjadi 12% dari produk domestik bruto.

Tak hanya itu, Thailand juga menargetkan pertumbuhan ekspor meningkat 5% per tahun, dengan minimal 30 produk yang diekspor adalah lima produk terbaik di dunia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here