Pengusaha Logistik: Infrastruktur Kurang Memadai, Biaya Logistik Mahal

0
50
Ilustrasi proyek infrastruktur (kompas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Para pengusaha menilai biaya logistik di Indonesia masih mahal dikarenakan infrastruktur yang ada kurang memadai. Selain itu, biaya-biaya lain yang perlu ditanggung juga masih banyak.

Ketua Komite Tetap Pengembangan Konstruksi dan Infrastruktur Kadin, Dandung Harnito, mengatakan bahwa hal inilah yang menyebabkan biaya pengiriman satu kontainer barang di antara pelabuhan di dalam negeri lebih mahal daripada mengirim ke luar negeri.

“Saya kirim barang dari Jakarta ke Balikpapan bisa habis Rp30 juta, sementara saya kirim barang ke Busan Rp10 juta. Padahal jarak Jakarta ke Busan 11 hari,” ungkapnya di Jiexpo, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Lanjutnya, masalah infrastruktur ini juga membuat pengiriman barang ke pelabuhan di luar Pulau Jawa terhambat yang turut menyebabkan penghambatan investasi. Selain itu, pengiriman barang di jalur darat juga masih tinggi biaya dan lama karena kondisi jalan yang belum baik.

“Tanjung Buton ke Siak itu cuma 25 km, tapi minta ampun jalan ke sana, bisa berjam-jam. Enggak mungkin kita bangun infrastruktur, yang bangun infrastruktur ini ya pemerintah yang siapkan. Nah ini saya senang ada jalan tol,” jelasnya, seperti dilansir okezone.com.

Menurut Dandung, pembangunan tol ini disambut baik oleh semua pengusaha. Selain pengiriman barang jadi semakin cepat, jalan tol itu juga bisa membuka peluang untuk membangun pabrik baru.

“Kita pengusaha melihat di mana ada bangun tol, di situ ada kesempatan, bangun pabrik di sana. Begitu nanti kebangun semua, kita jadi mudah berusaha. Pengusaha konstruksi juga senang karena ikut terlibat,” tukasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY