Pengusaha Logistik Mulai Minati Angkutan Murah Pelindo

0
640
ilustrasi pelabuhan (republika.co.id)
ilustrasi pelabuhan (republika.co.id)

Surabaya – (suaracargo.com)

Kalangan pengusaha logistik Tanah Air mulai meminati angkutan murah Jakarta-Surabaya yang dibuat oleh PT Pelindo II dan III. Angkutan laut Jakarta-Surabaya dengan biaya perjalanan sebesar Rp2 juta itu diperuntukkan bagi pengiriman kontainer berukuran 20 feet. Angkutan laut tersebut diluncurkan awal April 2015

Berdasarkan pantauan Jurnal Maritim selama April 2015, Pelabuhan Tanjung Perak menyiapkan 4.000 box kontainer untuk kegiatan bongkar dan muat melalui pihak forwarding, di antaranya perusahaan pelayaran swasta, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL).

PT SPIL sendiri telah menjadwalkan 11 call ship untuk membawa kontainer yang masuk dalam program Short Sea Shipping (SSS) dengan rute Tanjung Perak ke Tanjung Priok. Program SSS ini mendukung program Sistem Logistik Nasional (Sislognas) pemerintah dan bertujuan menekan biaya logistik seefisien mungkin. Program ini juga dilaksanakan untuk mengalihkan pengiriman kontainer lewat darat ke laut.

Deputy General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Bambang Hasbullah mengatakan, paket promosi angkutan laut Jakarta-Surabaya sebagai alternatif pilihan bagi pengguna jasa/ pemilik barang dalam melakukan kegiatan pendistribusian barangnya dengan harga yang kompetitif dan dijamin keselamatan barangnya.

Operator kapal yang turut serta dalam program SSS ini, menurut dia akan mendapatkan beberapa fasilitas dari Pelindo III, berupa alokasi khusus berthing window di Dermaga Jamrud Selatan dengan Container Yard (CY). Atau lapangan penumpukan peti kemas khusus, dibantu dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) sebagai alat bongkar muat kontainer.

“Program Short Sea Shipping guna mendukung program Sislognas pemerintah perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder pelaku logistik. Program tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan pelaku logistik provider, pemerintah pusat, dan daerah,” kata Kepala Humas Pelindo III Tanjung Perak, Dhany Rachmad Agustian, seperti dilansir jurnalmaritim.com.

Ia juga menjelaskan, semuanya program harus saling berpadu agar semuanya bisa berjalan. Program SSS ini merupakan komitmen mensubsidi pelaku usaha terhadap perkembangan perekonomian nasional. “Kita ketahui bahwa saat ini biaya tinggi ditanggung oleh konsumen, sehingga SSS ini merupakan komitmen untuk melakukan pembenahan disektor logistik.”

Sebagaimana diketahui, jalur utara Jawa merupakan salah satu wilayah tersibuk di Indonesia. Jalur yang terbentang dari Merak (Banten) hingga Ketapang, Banyuwangi (Jawa Timur) terletak di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Jalur itu memiliki volume yang sangat tinggi karena menjadi urat nadi utama transportasi Pulau Jawa, khususnya antara Jakarta dan Surabaya.

Setiap harinya, jalur yang panjangnya mencapai 1.316 km ini dilalui 20.000-70.000 kendaraan. Jalur ini sering mengalami kerusakan dalam waktu yang sangat cepat karena harus menampung beban yang tidak sedikit. Dalam konteks inilah, pendekatan SSS yang akan dikembangkan pemerintah untuk meringankan beban jalur utara Jawa tersebut perlu mendapat dukungan dari banyak pihak.

Para pengguna jasa/pemilik barang yang berminat, dapat menghubungi atau datang langsung ke Customer Service Short Sea Shipping yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak di gedung Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) atau call centre 0822 3000 0913.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here