Pengusaha Logistik: Pemerintah Belum Memahami Masalah Logistik dan Distribusi Pangan

0
348
ilustrasi kapal ternak (maritimmedia.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mengkritik pemerintah lantaran mereka selalu mencari kambing hitam atas melonjaknya harga pangan. Termasuk, kata dia, membuat alasan biaya logistik yang tinggi.

“Pemerintah telah gagal memahami mekanisme perdagangan, distribusi dan logistik dari bahan pangan strategis atau istilah anak mudanya ‘Gagal Paham’,” ujar Zaldy kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Menurut Zaldi, kesalahan utama pemerintah yaitu tidak mengerti mengenai rantai pasok (supply chain). Akibatnya kebijakan yang diambil salah. Misalnya kata dia, kebijakan meluncurkan kapal ternak. Awalnya tujuannya, kapal ternak untuk mempermudah logistik sehinga menurunkan harga daging sapi di pasaran. Namun, kebijakan itu dianggap gagal karena sampai sekarang ini harga daging masih mahal.

Selain itu, dia juga menilai keinginan pemerintah untuk memotong rantai pasok bahan pangan menjadi salah besar bila pemerintah tidak bisa mengontrol supply dan demand. Menurut Zaldy, keinginan pemerintah itu sangat reaktif dan hanya bersifat jangka pendek.

“Memotong rantai pasok berarti pemerintah menambah ‘musuh’ karena selama puluhan tahun sudah banyak yang mencari nafkah di rantai pasok ini. Akhirnya setiap program pemerintah akan ‘dibuat’ gagal,” kata Zaldy.

Seharusnya ucap dia, pemerintah membuat channel atu saluran baru yang akan bersaing dengan rantai pasok yang ada. Ia yakin, rantai pasok baru dan lama akan bersaing sehinga harga-harga pangan bisa menjadi lebih kompetitif.

Promo CSMCARGO Ramadhan

“Membuat channel baru adalah pekerjaan jangka panjang yang harus dimulai dari sekarang dan harus konsisten,” ucap dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here