Pengusaha Logistik Sambut Baik Rencana Penurunan Harga BBM

0
312
ilustrasi penumpukan peti kemas
ilustrasi penumpukan peti kemas

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelaku usaha logistik menyambut baik niatan pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian makro dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak. Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki N. Hanafi menyampaikan, penurunan harga BBM bisa dilakukan sejak dua bulan lalu.

Dia menjelaskan bahwa pelaku logistik kini tengah mengalami situasi yang sulit, dimana angkutan logistik darat mulai perang tarif di tingkat ritel. Perang tarif itu, paparnya, merupakan bagian dari upaya untuk tetap menghasilkan profit dengan mengorbankan aset seperti karyawan dan jam kerja.

Efisiensi yang dilakukan para pengusaha tersebut antara lain melakukan PHK , pengaturan jam kerja, dan menghitung ulang semuanya. Karena terbatasnya angkutan yang ada, hal ini memicu terjadi adanya perang tarif, ujarnya, Senin (5/10/2015).

Dia menyebutkan kondisi aktivitas logistik hingga kini menurun 32%-33%, namun beberapa komoditi mengalami kenaikan, terutama yang diangkut melalui udara meningkat 3%-4%. Dia meyakini, wacana penurunan harga BBM akan berpengaruh pada pengangkutan logistik via darat. “Hampir semua angkutan darat memakai Solar, jadi kalau tingkat penggunaan alat angkut darat mencapai 90% di Indonesia, ya, berarti angkanya cukup besar”, katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Yukki menambahkan, penurunan harga BBM belum tentu akan menurunkan harga jual barang di lapangan. Namun, dia berharap pemerintah tak sekadar wacana soal penambahan subsidi BBM. Selain itu, dia meminta pemerintah transparan dalam menetapkan harga BBM yang baru termasuk perincian perhitungan harga jual BBM.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here