Pengusaha Otomotif Kecewa Pembatalan Pelabuhan Cilamaya

0
329
ilustrasi pengangkutan mobil (otomotif.bisnis.com)
ilustrasi pengangkutan mobil (otomotif.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Perusahaan otomotif asal Jepang, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyesalkan keputusan pemerintah untuk membatalkan pembangunan pelabuhan di Cilamaya, Karawang.

Presiden Direktur PT IAMI Yohannes Nangoi mengatakan, pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya sangat berpengaruh terhadap kegiatan pendistribusian barang perseroan. Sebab, jika terjadi kendala di jalur darat, maka jalur distribusi akan terhenti dan pastinya membuat rugi.
“Dulu kita mendatangkan jok kursi dari Jawa Tengah, tetapi saat jembatan comal putus, kami sangat kelabakan saat itu,” kata Yohannes di Karawang, Selasa (7/4/2015), sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Menurut Yohannes, segala bentuk infrastruktur yang memadai seperti jalan-jalan yang baik, adanya pelabuhan yang dekat dengan kawasan industri dan lainnya, sangat diperlukan agar tidak terjadi kendala terhadap jalur distribusi. Dengan adanya infrastruktur seperti itu, biaya transportasi bisa ditekan.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pembangunan pelabuhan digeser ke Subang dan tetap dinilai lebih baik dibandingkan harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang sangat jauh lokasinya. “Kami inginkan tetap ada pelabuhan alternatif, agar cost logistiknya turun. Sehingga daya saing meningkat apalagi dengan adanya pasar bebes sekarang ini,” ucap Saleh di tempat yang sama.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here