Pengusaha Truk Merak dan Supir Gelar Aksi Mogok

0
3419
Ilustrasi Mudik Pelabuhan Merak (Foto: Okezone)

Banten – (suaracargo.com)

Pengusaha truk (Petruk) Merak bersama ratusan sopir truk bermuatan barang menggelar aksi mogok massal bersama. Mereka kecewa lantarna adanya pembatasan kendaraan diatas 60 ton yang menyeberang di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.

Dalam aksinya, mereka juga sengaja memarkir truk-truk di depan tempat pembelian tiket masuk PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak. Akibatnya, penumpukan kendaraan terjadi bahkan hingga keluar area pelabuhan. Aktifitas masuknya kendaraan pun lumpuh total.

“Di Bakauheni saja boleh beban diatas 60 ton masuk ke kapal, kenapa disini ada pelarangan? Kita minta pihak ASDP jangan mempersulit dengan aturan-aturan itu,” ujar salah satu anggota Petruk Merak kepada Radar Banten Online (Jawa Pos Grup), kemarin (18/5).

Sementara itu, seorang sopir truk muatan penumpang, Efendi mengaku bahwa dirinya sudah berada di area pelabuhan Merak sejak pukul 9.30 WIB. Namun, hingga pukul 14.00 WIB ia belum juga dapat masuk pelabuhan lantaran adanya aksi mogok tersebut.

“Kalau saya tidak setuju. Ini sudah sangat mengganggu sekali. Uang makan habis dijalan karena ada aksi ini. Inginnya lancar-lancar saja seperti biasa,” katanya.

Dihubungi oleh Radar Banten Online melalui telepon selular, Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario S Oetomo mengaku kalau aktifitas akan kembali normal pada pukul 15.00 WIB.

“Win-win solutionnya kami beri kelonggaran pada mereka. Untuk hari ini (kemarin) saja, tadi kita perbolehkan ada beban kendaraan yang lebih dari 60 ton untuk menyeberang. Tapi kalau untuk besok (hari ini) sudah tidak boleh lagi,” ungkapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY