Peningkatan Arus Pengiriman Barang di Pelabuhan Tanjung Perak Didominasi General Cargo dan Curah Kering

0
583
Suasana di Pelabuhan Tanjung Perak (id.wikipedia.org)

Surabaya – (suaracargo.com)

PT Pelindo III Tanjung Perak mencatat adanya peningkatan arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kenaikan itu terjadi pada triwulan III 2016 bila dibandingkan dengan arus barang pada tahun 2015. Peningkatan arus barang terjadi khususnya untuk jenis barang general kargo dan curah kering.

Kepala Humas Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiono, mengatakan bahwa total arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada triwulan III 2016 mencapai 10.891,611 ton meter kubik. Jumlah ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2015, yakni 10.454.209 ton meter kubik.

Sementara itu, jenis barang yang mengalami peningkatan adalah General Cargo. Pada tahun ini, jumlah pengiriman general cargo tercatat sekitar 3.768.674 ton meter kubik, atau lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2015 sekitar 3.255.015 ton meter kubik.

“General Cargo itu seperti barang-barang konstruksi, baja, porselen dan kaca gelas,” ujar Yogi, di Surabaya, Selasa (1/11/2016).

Sementara barang yang mengalami peningkatan kedua adalah jenis curah kering seperti Kedelai, Jagung, Rose Sugar mencapai sekitar 5.046.736 ton meter kubik. Jumlah ini lebih besar dibanding periode sama tahun 2015 yakni 4.759.902 ton meter kubik.

“Sementara barang jenis Bag Cargo seperti tepung, beras, semen mengalami penurunan dari 851.112 ton meter kubik di tahun 2015 menjadi 702.592 untuk tahun 2016,” jelas dia, seperti dilansir metrotvnews.com.

Begitu pula dengan barang jenis Curah cair seperti minyak dan lainnya yang juga mengalami penurunan. Dimana pada 2015 mencapai sekitar 2.588.180 ton meter kubik, dan tahun 2016 menurun menjadi 1.371.305 ton meter kubik.

“Meskipun begitu secara keseluruhan mengalami peningkatan,” kata Yogi.

Menurut Yogi, peningkatan arus barang tahun 2016 ini disebabkan salah satunya karena adanya pelebaran alur pelabuhan. Pengelola Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pelebaran dan pendalaman alur, dari kedalaman sebelumnya 9,5 meter menjadi 13 meter, begitu pula dengan kelebaran dari 100 meter menjadi 150 meter. Sehingga kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak lebih besar dan otomatis lebih banyak barang yang dibawa.

“Misalnya sebelumnya, kapal yang bisa masuk 500 peti kemas menjadi kapal berkapasitas 4.000 peti kemas, maka ini dapat mengurangi antrean kapal, dan juga polusi, serta mengurangi cost produksi pemilik barang,” terangnya.

Hingga akhir 2016 ini, Pelabuhan Tanjung Perak menargetkan terjadinya peningkatan lagi terhadap arus barang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak. Hingga akhir tahun, barang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan bisa sebanyak 13.940.720 ton meter kubik.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY