Penjelasan Menperin Terkait Pelabuhan Cilamaya

0
339
ilustrasi Pelabuhan (sindonews.com)
ilustrasi Pelabuhan (sindonews.com)

Karawang – (suaracargo.com)

Pemerintah kini tengah mengejar pembangunan proyek Pelabuhan Cilamaya yang terletak di Jawa Barat. Namun, proyek ini masih mandek di tengah jalan karena masih harus berkordinasi dengan beberapa pihak kementerian terkait.

“Kami harus kordinasi dengan teman-teman Kemenhub, dan kami belum tahu persis kelanjutannya karena masih ada keberatan dari Pertamina. Kami juga masih perlu kordinasi dengan Pertamina agar dicarikan akar permasalahannya,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin disela-sela kegiatannya saat berkunjung ke kawasan industri di Karawang, Selasa (4/11/2014).

Saleh mengungkapkan bahwa lokasi yang menjadi tempat pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut sudah layak dan tidak perlu mencari lokasi yang lain. “Tempat di sana layak, tapi masih ada keberatan dari Pertamina. Nanti akan kita bicarakan lagi di rapat kabinet,” ungkapnya, sebagaimana dilansir okezone.com.

Pembangunan Pelabuhan Cilmaya sangat dinanti-nanti oleh para pelaku industri. Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus Direktur Karawang International Industry City (KIC), Sanny Iskandar, jika pelabuhan ini dibangun, ongkos produksi dapat dihemat.

“Ini kita tunggu-tunggu janji dari pemerintah. SK untuk Tim percepatan udah ada, tapi sampai sekarang kita tidak tahu kapan. Jika pelabuhan ini dibangun, kawasan industri di Bekasi, karawang dan sekitarnya kan tidak perlu ke Tanjung Priok lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II RJ Lino justru mengatakan, Indonesia tidak butuh pelabuhan Cilamaya. Pasalnya Lino menilai keberadaan Pelabuhan Cilamaya tidak berdampak signifikan pada operasional angkutan laut Indonesia. Malahan, dirinya menilai pelabuhan ini justru menambah beban perhubungan laut nasional.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here