Pentingnya Dukungan Infrastruktur Untuk Pembangunan Suatu Kawasan

0
198
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pembangunan sebuah kawasan selalu terkait dengan infrastruktur. Saat infrastruktur tidak mendukung, kemajuan pembangunan di kawasan akan tersendat.

Misalnya, rencana pemerintah untuk membangun salah satu dari delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ternyata ditanggapi positif oleh banyak pengembang.

Namun, karena kondisi infrastruktur dis sana belum memadai, untuk tidak dikatakan mendukung, para pengembang pun mengurungkan niat mereka.

Direktur PT Ciputra Property Tbk (CTRP) Artadinata Djangkar mengungkapkan, perseroan sejatinya sudah lama mengincar pembangunan di Mandalika, yakni sejak tahun 1990-an. Namun, CTRP terpaksa menunda rencana besar tersebut karena infrastruktur yang menyokong pertumbuhan KEK Mandalika belum terbangun.

“Sejak 25 tahun, baru ada tambahan 1 hotel, yaitu Novotel. Mau tidak mau swasta harus terlibat dengan investasi di infrastruktur. Kalau tidak begitu, akses tidak jadi-jadi,” ujar Arta saat diskusi “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Indonesia”, di Jakarta, Sabtu (23/1/2016), sebagaimana dilansir bisnis.com.

Tidak hanya di Lombok, kata Arta, banyak kasus di mana pihak swasta harus turun langsung ke lapangan dalam menangani infrastruktur agar kawasan tersebut bisa hidup.

Menurut Arta, kondisi ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan di China yaitu pemerintah yang membangun infrastuktur, baik jalan-jalan besar maupun jalan kecil.

Tanah dikuasai pemerintah sejak awal. Jadi, ketika pemerintah membangun infrastruktur, tidak mengalami kendala pembebasan lahan. Pemerintahlah yang membangun dan menyediakan infrastruktur.

Sementara pengembangan kawasannya ditenderkan kepada para investor dan swasta yang tertarik menggarapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY