Pentingnya Manajemen Aset bagi Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas

0
333
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5). FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/nz/10
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5). FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/nz/10

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelabuhan dan terminal peti kemas membutuhkan manajemen aset yang baik. Jika manajemen asetnya tidak bai, barang bisa terhambat keluar dari pelabuhan dan peti kemas bisa menumpuk semakin tinggi. Barang pun akan menjadi langka di pasar, yang bisa menyebabkan harga meroket. Asal tahu saja di Indonesia, ada lebih dari 2400 pelabuhan dan terminal peti kemas.

Agar peti kemas di pelabuhan tidak menumpuk, apalagi jelang Lebaran, organisasi pelabuhan dan terminal peti kemas boleh mempertimbangkan solusi IBM Maximo EAM. Solusi ini bisa membantu mewujudkan produktivitas dan efisiensi yang diinginkan, melalui proses yang terstandarisasi, sistem manajemen aset, solusi mobilitas, perencanaan dan penjadwalan alat, peningkatan kemampuan analisis dan prediktif, keselamatan yang proaktif serta manajemen risiko.

“Saat ini, kebanyakan organisasi yang bergerak di industri ini melakukan perawatan terhadap aset mereka secara reaktif, artinya ketika ada kerusakan baru akan diperbaiki serta penyediaan komponen dari setiap aset secara asal, karena tidak berdasarkan data histori perawatan yang baik yang berakibat pada tingginya biaya perbaikan dan perawatan yang harus dikeluarkan. Menggunakan solusi ini, maka langkah-langkah pengelolaan aset menjadi lebih jelas dan penerapannya akan memangkas biaya yang sebelumnya banyak keluar,” kata Seno Hardijanto Purnomo, sebagaimana dilansir pcplus.co.id. Presiden Direktur PT Talian Infodinamika) tersebut mengatakan hal itu pada seminar sehari “Asset Management Solution for Ports and Container Terminals” di Jakarta (11/6/2015).

IBM Maximo EAM merupakan produk unggulan yang sudah mendunia terutama di lingkungan manajemen aset perusahaan. Produk ini berupa aplikasi yang terdiri dari 6 modul berbeda, yaitu asset management, work management, material management, procurement management, contract management, dan service management.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here