Penurunan Harga BBM Belum Diikuti Turunnya Biaya Logistik dan Transportasi

0
380
Ilustrasi Logistik Foto: Ilustrasi/Istimewa

Samarinda – (suaracargo.com)

Harga bahan bakar minyak (BBM) telah diturunkan, Jumat (1/4). Namun, penurunan harga tersebut belum diikuti turunnya biaya logistik dan transportasi. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kaltim Faisal Tola menuturkan, belum ada dari para pengusaha niatan untuk menurunkan tarif jasa logistik. Alasannya, saat kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada November 2014, ALFI sepakat mempertahankan tarif. Tidak ada kenaikan seiring harga BBM yang melejit hampir 30 persen kala itu.

Sekarang, kata dia, jasa di sektor logistik dan forwarder juga cenderung turun seiring melorotnya pembelian barang masuk ke Kaltim. Beberapa pemilik truk malah banting tarif kontainer barang keluar dari pelabuhan. Dari harga kesepakatan tiga asosiasi Rp 1,2 juta menjadi Rp 1 juta. Adapun tiga asosiasi itu, yakni ALFI, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Perkapalan Indonesia. Saat kesepakatan itu diambil, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan turut membubuhkan tanda tangan.

“Karena kerjanya tidak ada, makanya banting harga. Saya rasa, ya tidak ada rencana itu (menurunkan tarif). Kami bertahan saja. Saat BBM naik juga, kami tidak ribut-ribut meminta penyesuaian,” tutur Faisal yang tengah berada di Jakarta, kemarin (1/4). Meski demikian, bukan berarti asosiasi yang ia pimpin menutup rapat-rapat kemungkinan penurunan tarif. Tentu, sangat baik bila biaya logistik sudah murah.

Hanya saja, asosiasi memang perlu mengkaji lebih dalam. Dalam waktu dekat, Faisal mengatakan, akan digelar seminar nasional mengenai bisnis transportasi di Balikpapan. Sebagai ketua ALFI, dia turut mengharapkan biaya logistik yang murah. “Caranya, semua stakeholder berembuk. Logistik itu ditentukan banyak pintu. Dari kapal, transportasi darat, hingga biaya SDM (sumber daya manusia),” ujar Faisal, seperti dilansir kaltim.prokal.co.

Bila semua pihak bisa duduk satu meja dan menemui titik temu, dia berkeyakinan biaya yang murah bisa diperoleh. Apalagi, Presiden RI Joko Widodo hendak menjadikan Indonesia sebagai pusat logistik di ASEAN (kawasan Asia Tenggara). Secara umum, harga barang yang beredar di Samarinda dan Balikpapan tak begitu mahal. Dibanding Jakarta, tak jauh berbeda. Itu terlihat dari upah minimum regional antardaerah itu. “Biaya logistik tidak terlalu tinggi,” ucap dia.

Baca juga: Pertimbangkan Komponen Harga, Pengusaha Belum Respon Penurunan Harga BBM

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here