Penyelundupan Empat Ekor Anak Buaya Digagalkan Petugas

0
227
DIGAGALKAN: Buaya-buaya yang diamankan petugas Avsec UPBU Kalimarau kemarin (9/5). berau.prokal.co.

Tanjung Redeb – (suaracargo.com)

Petugas Aviation Security (Avsec) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan empat ekor anak buaya, Selasa (9/5) kemarin. Keempat ekor bintang reptilia tersebut diamankan saat pemeriksaan X-Ray di terminal Bandara Kalimarau.

Kepala UPBU Kalimarau, Bambang Hartato mengungkapkan, digagalkannya penyelundupan kali ini merupakan yang penyelundupan kedua. Sebelumnya, awal April lalu, pihaknya juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan enam ekor buaya yang akan dibawa ke luar daerah.

“Pada April lalu, kami masih melakukan tindakan persuasif, dan menyampaikan bahwa pengiriman hewan seperti itu tidak diperbolehkan. Tapi ternyata tadi pagi (kemarin, Red) masih ada,” jelas Bambang di ruang kerjanya, Selasa (9/5).

Empat ekor buaya itu diamankan sekitar pukul 06.15 Wita dan akan diberangkatkan melalui pengiriman salah satu jasa titipan kilat yang beroperasi di Berau, menggunakan maskapai Sriwijaya Air. Untuk tujuan pengiriman berlokasi di wilayah Tambak Sari, Kota Surabaya, sementara pengirimannya adalah Masdar Ol Shop Tanjung Redeb.

“Pengiriman pertama itu tujuannya Jakarta dan beda, yang jelas selama ini tidak ada yang lolos. Karena kami punya X-Ray maupun SDM yang sangat baik,” tegasnya, seperti dilansir prokal.co.

Buaya dikemas dalam wadah plastik yang berisi kertas dan dilubangi. Pada kemasan luar mendapatkan label dari jasa titipan kilat tersebut, isinya adalah makanan.

Berdasarkan informasi yang diterima Bambang dari Polsek Teluk Bayur, pengirim buaya telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan. “Kalau itu versi hukumnya ya, kalau kami sisi operasi penyelenggaraan bandara. DI X-Ray pasti bisa terdeteksi dan kami pasti akan cegah,” tuturnya.

Bambang sangat menyayangkan kelalaian jasa pengiriman barang di Berau, khususnya yang menerima paket pengiriman buaya tanpa mengecek isi barang yang dikirim dan melabelinya makanan.

“Saya ingin sampaikan, seluruh jasa pengiriman yang utama pastikan isi, isi dan isi. Jangan asal menerima barang, apalagi di dalamnya sampai ditemukan barang-barang berbahaya dan dilindungi,” ujarnya.

Sesuai dengan peraturan, disebutkan Bambang, jasa pengiriman sangat berkaitan dengan UPBU Kalimarau, karena bersentuhan langsung pada jasa kargo dan sebagainya. Untuk pengiriman telah diatur dalam Undang-Undang (UU) RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, termasuk UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY