Perairan Selat Makassar Layak Jadi Bagian Tol Laut

0
173
ilustrasi Penyiapan Tol Laut Kapal barang curang kering "Ocean Satoko" berbendera Panama berbobot 100.000 DWT yang mengangkut biji besi turun jangkar untuk melakukan bongkar muat, di Pelabuhan PT Pelindo II Cabang Banten, di Ciwandan, Cilegon, Selasa (26/8).  (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
ilustrasi Penyiapan Tol Laut Kapal barang curang kering “Ocean Satoko” berbendera Panama berbobot 100.000 DWT yang mengangkut biji besi turun jangkar untuk melakukan bongkar muat, di Pelabuhan PT Pelindo II Cabang Banten, di Ciwandan, Cilegon, Selasa (26/8).
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Mamuju – (suaracargo.com)

Perairan Selat Makassar dinilai layak dijadikan bagian dari jalur tol laut oleh pemerintah pusat dalam rangka menumbuhkan perdagangan laut dalam negeri dan perdagangan antarnegara.

“Perairan Selat Makassar yang meliputi perairan Provinsi Sulawesi Barat sangat layak dijadikan jalur tol laut untuk menumbuhkan perdagangan laut dalam negeri dan antarnegara,” kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin (03/11) sebagaimana dilansir antara.com.

Ia juga mengatakan bahwa selat Makassar yang meliputi 700 kilometer perairan Sulbar letaknya sangat strategis karena daerah tersebut terdapat di perairan yang merupakan wilayah sejumlah Provinsi lain. Di antaranya kata dia, adalah Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Sulbar, serta sejumlah Provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Menurut dia, apabila jalur tol laut dibuka di perairan Selat Makassar, pengelolaan sumber daya laut di wilayah Provinsi Sulbar dan provinsi lain di sekitarnya akan berkembang. Dukungan untuk pemasaran hasil laut nelayan di sana juga akan meningkat.

Sehingga lanjutnya, pembukaan jalur itu juga akan mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor perikanan. Ia juga mengatakan bahwa seiring dengan pembukaan jalur itu, pengawasan tentu harus dimaksimalkan untuk lebih menjaga hasil pengelolaan sumbe daya laut agar semakin maksimal.

Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi Sulbar tanggal 5 November 2014, pertimbangan mengenai kebutuhan pembukaan tol laut di perairan Selat Makassar dapat dipertimbangkan.

“Kami berharap terjadi perubahan di daerah ini sehingga sangat berharap tol laut dibuka di perairan Selat Makassar karena selama ini Selat Makassar merupakan alur laut pelayaran Indonesia (ALKI) II,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY