Perbaikan Jembatan Pelabuhan Lok Tuan Harus Rampung dalam Sebulan

0
439
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam HS terlihat berdiri di atas pelat besi penutup lubang pada jembatan dermaga pelabuhan Lok Tuan, Senin 12 Juni 2017 (KLIKBONTANG/FANNY)

Bontang – (suaracargo.com)

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubaya Bengawan meminta Dinas Perhubungan, PT Pelindo IV, dan OPD teknis bisa menemukan solusi perbaikan jembatan dermaga Pelabuhan Lok Tuan, rampung dalam sebulan.

“Kami minta secepatnya solusi sudah ada. Paling lama sebulanlah. Minimal RAB (perbaikan jembatan dermaga, Red.)-nya,” kata Ubayya, dalam rapat gabungan komisi, dengan Dishub, PT Pelindo IV, serta OPD terkait, pada Selasa 13 Juni 2017, siang.

Ia mengatakan, progress itu penting dipercepat mengingat fungsi vital jembatan pelabuhan Lok Tuan, sebagai salah satu instrumen penggerak roda perekonomian daerah.

Sukardi, Kepala Dishub Bontang mengatakan, setelah dihitung, anggaran perbaikan dermaga pelabuhan Lok Tuan, mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Namun belakangan mengalami pergeseran hingga 400 juta. Nilai itu pun dinilai tak mencukupi.

“Sementara untuk jembatan, harus dipancang. Jadi dana Rp 400 juta itu tidak cukup,” tuturnya, seperti dilansir klikbontang.com.

Hardin Haslim, GM PT Pelindo IV menerangkan, pengelolaan pelabuhan Lok Tuan, dalam paket kerjasama sebelumnya berlaku selama 2 tahun. Namun setelah diperpanjang menjadi 5 tahun.

Pihaknya juga ingin agar pelabuhan Lok Tuan kian besar agar bisa bermanfaat.

Sedangkan perihal kerusakan, kata dia, rata-rata per truk hanya memiliki bobot 1 hingga 1,2 ton. Namun karena terakumulasi, ditambah abrasi, akhirnya kerusakan semakin cepat.

“Soal tanggungjawab, semaksimal mungkin kami lakukan. Perawatan tingkat 1 soal standar kebersihan, kami koordinasi dengan perhubungan. Kalau perawatan berat, kami koordinasi dengan walikota. Dan juga, kasus ini sudah disurvei pimpinan kami di pusat,” kata dia.

Perkiraan biaya perbaikan sebesar Rp1,4 miliar, kata dia, mengacu pada data Dishub Bontang. Namun pihaknya akan melakukan penyesuaian agar besaran tersebut bisa ditekan.

Ia juga memberikan gambaran, bahwa dana investasi sebesar Rp 1,4 miliar tersebut, bisa kembali dalam waktu 2 tahun. Sehingga, Pemkot diharapkan tidak ragu dalam investasi.

Ia juga memastikan, aktivitas yang berlangsung di pelabuhan Lok Tuan, selama ini berlangsung positif. Termasuk, aktivitas PT KNI yang menjadi penyebab utama kerusakan jembatan.

“Terbukti dari waktu ke waktu, pelabuhan bisa sumbang ke PAD. Tahun 2015 misalnya, kami berikan Rp 1,063 miliar, 2016 capai Rp 1,620 miliar dan 2017 hingga April, bisa sampai Rp419 juta,” bebernya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here