Percepat Dwelling Time, Dirut Pelindo II Usulkan Pemusnahan Kontainer

0
173
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino kembali melempar sejumlah wacana kontroversial soal penyelesaian dwelling time. Salah satu diantara wacana tersebut adalah usulan untuk memusnahkan kontainer-kontainer yang dinilai menginap terlalu lama di pelabuhan.

Pasalnya kata Lino, kontainer-kontainer yang lama disimpan di gudang turut menyumbang masalah dalam kisruh dwelling time di pelabuhan.

“Itu ada aturan negara. Kalau barang itu lebih dari 30 hari, itu ?milik negara. Jadi laksanakan saja itu jadi orang kapok. Lain kali tidak mau lagi,” ujar Lino saat ditemui di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8).

Lino juga menjelaskan, umumnya penumpukan kontainer di pelabuhan sering terjadi usai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan (post clearance). Akibat penumpukan tersebut, gudang pelabuhan kerap penuh dan biayanya menjadi mahal.

Padahal ungkap Lino seharusnya Bea dan Cukai memiliki otoritas untuk memusnahkan kontainer-kontainer tersebut.

“Tapi selama ini Bea Cukai tidak punya anggaran untuk memusnahkan,” katanya, seperti dilansir ccnindonesia.com.

Sebagaimana diketahui, pemusnahan barang oleh Bea Cukai sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara.

Dalam beleid tersebut dikatakan barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di Kawasan Pabean oleh pemilik yang tidak dikenal yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak disimpan di Tempat Penimbunan Pabean atau tempat lain yang berfungsi sebagai Tempat Penimbunan Pabean wajib dimusnahkan.

Guna mengurangi kisruh dwelling time, Lino juga mengusulkan agar kapal yang akan masuk pelabuhan bisa menyerahkan data manifest barang bawaan sebelum mencapai ke pelabuhan.

“Ini kan pada umumnya dokumen baru terkumpul setelah kapal masuk 3,7 hari pre custom. Kalau dokumen diserahkan 3-4 hari sebelum kapal masuk kan pre customnya jadi nol sambil mengubah aturan yang ada. Ubah aturan sedikit lah, shipping manifest sebelum kapal masuk,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY