Peredaran Narkoba Sulit Karena Banyak Pelabuhan Tikus di Pesisir Aceh

0
544
ilustrasi pelabuhan tikus (batamtoday.com)

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Peredaran narkotika jenis sabu di Aceh sudah sangat memprihatinkan. Sulitnya pemantauan disebabkan karena keterbatasan personel kepolisian. Hal itu menyebabkan kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara telah dijadikan oleh para pengedar sebagai pintu masuk sabu ke Aceh. Kondisi ini mengingat Aceh pesisir ini banyak terdapat pelabuhan ‘tikus sulit terpantau petugas keamanan. Sehingga para pelabuhan kecil itu menjadi celah pengedar narkoba memasukkan sabu ke wilayah berjuluk Tanah Rencong ini.

“Kawasan itu kan banyak pelabuhan-pelabuhan tikus, jadi sulit terpantau. Ditambah keterbatasan personel dalam melakukan pengawasan,” kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Aceh, AKBP Ardanto Nugroho di Banda Aceh, Kamis (23/2).

Ardanto Nugroho menuturkan, beragam modus dilakukan pengedar agar bisa meloloskan sabu ke daratan Aceh. Petugas kepolisian banyak menjumpai barang haram itu dimasukkan dalam kapal rempah-rempah. “Modusnya pun beragam. Sering kita temukan dipasok dalam rempah-rempah hasil perkebunan, seperti bawang, tomat atau bahan lainnya dari jalur laut,” imbuhnya.

Kendati demikian, Ditresnarkoba Polda Aceh bertekad akan terus memberantas bandar dan pengedar narkoba, khususnya sabu di Aceh. Oleh karenanya, Ardanto mengakui bahwa pihaknya sangat membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat, untuk memberikan informasi setiap ada hal mencurigakan. Sepanjang 2017 ini, sudah empat pengedar sabu diamankan Ditresnarkoba Polda Aceh. Mereka semua terancam pidana hukuman mati, karena memiliki dan menjual barang haram tersebut.

Katanya, pengedar pertama yang diringkus petugas berinisial MD, Kamis (19/1) di Aceh Utara. Penangkapan tersangka setelah petugas kepolisian melakukan penyamaran pura-pura menjadi pembeli dengan barang bukti 493 gram sabu siap edar.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas kembali berhasil meringkus tersangka lainnya sebanyak 3 orang. Masing-masing berinisial YR, AR dan MZ ditangkap di Aceh Utara, Minggu (29/1). Bersama tersangka polisi berhasil mengamankan sabu 313,90 gram.

“Penangkapan kedua itu kita lakukan dengan cara controlled delivery. Jadi total sabu kita sita 864,08 gram sejak Januari hingga Februari 2017. Aceh Utara dan Aceh Timur menjadi jalur masuk sabu ke Aceh,” jelasnya.

Kata AKBP Ardanto Nugroho, keempat tersangka pengedar narkoba jenis sabu di Aceh ini disangkakan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. “Mereka terancam hukuman mati, atau penjara seumur hidup, paling sedikit 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here