Perkembangan Bisnis Logistik Dorong Kebangkitan Pasar Kendaraan Niaga

0
291
PACU NIAGA: Dari kiri, Ernando Demily serta Executive Isuzu Motors Ltd Nobuo Izumina dan Keiji Takeda di Pabrik Isuzu, Karawang, Rabu (11/5) Muhammad Ali / Jawa Pos

Karawang – (suaracargo.com)

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) optimistis, bisnis distribusi dan logistik tahun ini semakin kencang seiring gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Oleh karena itu, IAMI bertekad meningkatkan penetrasinya di segmen kendaraan niaga.

”Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan secara otomatis mendorong pergerakan barang dari suatu daerah ke daerah lain. Sektor distribusi dan logistik akan terpacu mulai tahun ini,” ujar President Director IAMI Keiji Takeda saat peluncuran Elf NMR 71 Rabu (11/5).

Menurut dia, pergerakan barang semakin intensif karena adanya pembukaan jalur ke daerah-daerah baru yang selama ini sulit dilalui kendaraan. Di sisi lain, perusahaan jasa pengiriman terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah. ”Mereka memerlukan kendaraan yang tepat untuk memperlancar distribusi barang ke pelosok-pelosok,” tuturnya, seperti dilansir jawapos.com.

Isuzu optimistis, pasar kendaraan niaga bakal membaik seiring gencarnya pengembangan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Keiji mengatakan, luasnya kondisi geografis Nusantara menjadi peluang besar untuk mengembangkan kendaraan logistik di Indonesia. ”Masih banyak wilayah yang belum terjangkau transportasi darat,” ujarnya.

Vice President Director IAMI Ernando Demily menambahkan, meski pasar kendaraan niaga sepanjang empat bulan pertama tahun ini turun 32 persen, pihaknya tetap mampu melakukan penetrasi pasar. ”Dalam empat bulan ini market share kami mampu naik menjadi 17,6 persen dibanding periode sama tahun lalu 17,1 persen,” ujarnya.

Konsep produk anyar Elf NMR 71 mempertahankan keunggulan yang sudah baik dari produk sebelumnya yang ditambahkan inovasi terbaru. Elf NMR 71 juga sangat tangguh untuk digunakan di jalan yang terjal dan menanjak. Dia mengungkapkan, rancangan truk ringan itu telah disesuaikan dengan karakteristik jalanan di Indonesia. ”Sementara kendaraan ini belum diekspor karena memenuhi pasar domestik. Target terjual 5.500 unit,” jelasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here