Perkembangan Industri CPO di Berau Perlu Didukung Pelabuhan Industri

0
443
LEBIH SERIUS: Sektor perkebunan kelapa sawit harus didukung oleh fasilitas seperti pelabuhan demi meningkatkan industrinya. (berau.prokal.co)

Tanjung Redeb – (suaracargo.com)

Perkembangan harga crude palm oil (CPO) terus bergairah dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut menjadi bukti bahwa sektor industri perkebunan kelapa sawit sedang mengalami peningkatan yang signifikan. Tidak hanya harga, perbaikan juga didorong oleh adanya peningkatan hasil produksi.

Namun, perkembangan tersebut industri perkebunan kelapa sawit di Berau belum didukung dengan fasilitas yang dibutuhkan seperti pelabuhan industri yang mampu menyalurkan CPO secara langsung. Hal ini menjadi sorotan para pengusaha di Berau.

Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid menerangkan, di tengah peningkatan perkebunan kelapa sawit, seharusnya pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memperbaiki sektor hilirnya. ”Jika tidak bisa secara holistik dari hulu ke hilir, setidaknya memperbaiki rantai distribusi. Yakni dengan membuat pelabuhan industri yang selama ini menjadi kebutuhan utama,” katanya kepada Berau Post, Rabu (22/2).

Dengan adanya pelabuhan industri, setidaknya akan menyingkat rantai distribusi yang menjadi kendala perusahaan kelapa sawit. Panjangnya rantai distribusi tersebut terang Al Hamid, membuat nilai produksi pun meningkat. Padahal dengan adanya pelabuhan industri yang berperan sebagai pusat pengiriman berbagai hasil produksi seperti CPO, tidak hanya mengurangi rantai distribusi, tapi mampu meningkatkan sektor perkebunan kelapa sawit semakin lebih besar.

Sebenarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau trlah mengupayakan untuk pembangunan Pelabuhan Samudra di Mantaritip, Kecamatan Sambaliung. Rencananya pelabuhan tersebut akan menjadi wilayah industri terpadu. Kendalanya tentu terhambat dari segi pendanaan. Di mana keuangan Pemkab Berau sedang seret pasca terpaan badai defisit anggaran tahun ini. Keadaan tersebut membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau pun berkurang drastis. Imbasnya niat membangun pelabuhan pun diurungkan.

”Tapi butuh langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan. Nah, untuk itu kami dari Apindo siap mencarikan investor jika para pelakunya sektor perkebunan kelapa sawit membutuhkan pelabuhan industri,” terangnya, seperti dilansir prokal.co.

Hamid-sapaan akrabnya- mampu jika diminta bantuan untuk mencarikan investor. Bukan sebagai pembanding oleh pemkab, namun ikut membantu pembangunan di Berau. Terlebih dengan adanya komitmen PT Pelindo IV yang ikut berbagi dalam pembangunan Pelabuhan Samudra di Mantaritip tersebut. ”Kami siap jika dilibatkan. Bukan hanya sekadar mencari investor, kami pun mau jika diajak berinvestasi,” ucapnya terkait rencana pembangunan Pelabuhan Samudra tersebut.

Ia menerangkan, jika terdapat pelabuhan industri yang mampu menyokong kebutuhan industri, maka tidak hanya investasi dari sektor perkebunan saja meningkat. Keuntungan lainnya adalah investasi di sektor lainnya yang , semakin terbuka lebar serta mendukung Berau menjadi kawasan industri.

”Memang masih banyak kendala, seperti energi misalnya. Tapi itu secara perlahan diperbaiki. Memang segala stakeholder harus duduk bareng untuk membahas hal ini. Agar arah perekonomian Berau ke depan semakin jelas. Sehingga semuanya berjalan beriringan,” tuturnya.

Keuntungan lainnya adalah Berau mampu mandiri dalam memproses hasil sumber daya alamnya sendiri dan mendistribusikan secara langsung. Tidak bergantung pada daerah lain seperti Samarinda atau Balikpapan.

”Kutai Timur saja sudah semakin berkembang dengan adanya Pelabuhan Maloy yang akan segera dijadikan kawasan industri khusus. Maka, kita harus serius untuk mengembangkan industri Berau,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here