Perluas Konektivitas, PT TMAS Terus Lakukan Pembukaan Rute Pelayaran

0
285

Kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (7/2). Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/02/2017.

Jakarta – (suaracargo.com)

Dalam upaya semakin memperluas konektivitas dan peningkatan jumlah jadwal keberangkatan kapal antarpulau, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) juga terus melakukan pembukaan rute pelayaran.

Sampai dengan Maret 2017, telah dibuka 32 pelabuhan dengan pengembangan rute pendulum service yaitu service S4 dan service A3. Service S4 yang memiliki rute Belawan-Jakarta-Surabaya-Makassar-Bitung-Palu-Makassar, dilayani empat buah kapal, dan Service A3 yang memiliki rute Belawan-Jakarta-Surabaya-Makassar-Ambon, akan dilayani tiga buah kapal mulai akhir kuartal pertama 2017.

Untuk menjangkau wilayah Papua, TMAS juga telah menjadikan Ambon sebagai pelabuhan hub atau pengumpan agar distribusi barang-barang ke Papua semakin lancar. Sehingga, perekonomian bisa tumbuh.

“Ini program pemerintah kalau enggak dijalankan pertumbuhan ekonomi stagnan kalau pelabuhan bisa masuk kalau barang bisa sampai di sana pelabuhan atau kota di sana bisa tumbuh,” ujar Managing Director Temas Line Faty Kusumo di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku dan Papua tercatat sebesar 13%. TMAS melihat bahwa proyek-proyek pengembangan infrastruktur secara luas dan ditambah dengan populasi penduduk Indonesia yang sangat besar.

Ini tentu saja memerlukan jalur pendistribusian barang yang menyeluruh, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang dihubungkan lautan. Perusahaan optimistis dengan kapasitas armada yang ada, dalam beberapa tahun ke depan akan signifikan menggenjot pendapatan.

“Supaya pelabuhan di Indonesia bisa dijangkau, pelabuhan tumbuh dulu. Indonesia bicara populasi tinggi dan kebutuhan sehari-hari masih banyak, kalau pertumbuhan GDP 5,02% tapi daerah Maluku, Papua pertumbuhan 13% tapi secara volume enggak sebesar itu,” tutur Faty, seperti dilansir sindonews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY