Permudah Pemeriksaan, ISPS Code Penting Bagi Kapal dan Pelabuhan

0
467
ilustrasi pelabuhan (sindonews.com)

Tanjung Redeb – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) mengenalkan security PT Berau Coal dan Stake Holder di pelabuhan Berau mengenai International Ship and Port Facility (ISPS) Code. Pengenalan tersebut dilaksanakn saat kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh PT Berau Coal di Akademi Komunitas Negeri Berau di Jalan Raja Alam II, Selasa (23/8) kemarin.

Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), Hendra Ganefo mengatakan ISPS Code ini dibentuk oleh International Maritime Organization (IMO) melalui konferensi internasional pada Desember 2002 dan menetapkan amandemen terhadap Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974 atau biasa disebut keselamatan jiwa di laut.

“Pada hakekatnya SOLAS ini di bentuk pasca peristiwa serangan teroris pada 11 September 2001 di Amerika Serikat, hal ini lah yang telah memicu kesadaran masyarakat maritim internasional akan adanya serangan teroris yang mungkin saja diarahkan kepada sasaran-sasaran maritim secara luas,” katanya kepada Berau Post, Selasa (23/8).

Meskipun konferensi internasional dilakukan pada desember 2002, lanjut Hendra, ISPS Code resmi diberlakukan kepada anggota IMO pada 1 Juli 2004. Dan peraturan ISPS Code ini diperuntukkan untuk kapal yang melakukan pelayaran internasional dan fasilitas pelabuhan atau galangan yang melayani kapal.

“Untuk rincian kapal yang melakukan pelayaran internasional hanyalah kapal penumpang yang berkecepatan tinggi, kapal barang berkecepatan tinggi dan diatas Groos Ton (GT) 500, serta kapal unit pengeboran minyak lepas pantai,” terangnya.

Kapal atau pelabuhan yang belum memiliki sertifikasi ISPS Code akan mendapat kesulitan dalam operasionalnya, khususnya di perairan internasional. Kapal-kapal tersebut akan diperiksa lebih detail. Pemeriksaan bahkan bisa diperlambat 1 sampai 2 jam karena di khawatirkan membawa barang-barang yang dilarang, seperti narkoba dan senjata ilegal.

banner-csm-atas

“Kalau sampai telat 1 sampai 2 jam maka kapal tersebut akan rugi besar, karena dalam satu jam biaya operasional kapal besar itu bisa mencapai Rp 200 juta. Dan untuk pelabuhan yang belum memiliki sertifikasi ISPS Code maka kapal-kapal dari pelabuhan tersebut akan dicek lebih detail juga seperti kapal yang tidak memiliki ISPS Code, karena kapal itu dari pelabuhan yang dianggap berbahaya dan bisa mengakibatkan ancaman keamanan,”pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here