Perusahaan Logistik Antisipasi Kenaikan Harga Solar

1
784
Kapal bermuatan truk barang yang akan melakukan sandar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Biaya pengiriman barang bakal naik mengiringi kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencananya dilakukan awal tahun depan.  Ilustrasi: Istimewa / tribunnews.com
Kapal bermuatan truk barang yang akan melakukan sandar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Biaya pengiriman barang bakal naik mengiringi kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencananya dilakukan awal tahun depan.
Ilustrasi: Istimewa / tribunnews.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Perusahaan logistik sudah memperhitungkan kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencananya akan dilakukan pada 1 Januari 2015 mendatang. Kenaikan harga BBM itu sendiri nantinya akan berdampak terhadap biaya operasional sektor transportasi.

Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), telah melakukan analisis dampak kenaikan harga BBM, khususnya solar, terhadap biaya “operasional” transportasi. Analisis dilakukan terhadap armada Golongan III pada rute Jakarta-Surabaya.

Dalam analisis perhitungan tersebut sudah dimasukkan biaya-biaya supir, maintenance, depresiasi armada, asuransi, serta administrasi dan manajemen. Analisis dilakukan dengan menganggap kenaikan hanya terjadi untuk harga BBM, sedangkan biaya-biaya lainnya tersebut tetap.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM solar dari Rp 5.500 (per liter) menjadi Rp 6.500 akan menaikkan biaya operasional sekitar 4 persen; kenaikan menjadi Rp 7.500 akan menaikkan biaya operasional sekitar 8-9 persen; dan kenaikan menjadi Rp 8.500 akan menaikkan biaya operasional sekitar 12 persen-13 persen.

Pada kenyataannya, kenaikan BBM akan berdampak terhadap kenaikan beberapa biaya dan harga lainnya. Perusahaan transportasi (trucking) akan memperhitungkan kenaikan beberapa biaya dan harga tersebut, serta kenaikan tarif tol, biaya penyeberangan, dan lain-lain.
“Diperkirakan, apabila harga solar naik menjadi Rp 8.500, perusahaan transportasi akan menaikkan biaya transportasi yang dibebankan kepada penggunanya sekitar 20 persen-25 persen,” kata Setijadi dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here