Petugas Pelabuhan Gilimanuk Sita Ikan Segar dan Ikan Hias Selundupan

0
263
Ilustrasi Pelabuhan Gilimanuk (Tribun Bali)

Bali – (suaracargo.com)

Membawa ikan segar dalam jumlah besar dari Bali ke Jawa, layaknya dilengkapi sejumlah dokumen. Bila tidak, jangan harap ikan itu sampai ke tempat tujuan. Karena petugas pelabuhan akan menyitanya. Begitulah yang terjadi sembilan boks ikan segar yang disita oleh petugas di Pelabuhan Gilimanuk-Bali, Sabtu (11/3).

Semula, petugas menyita dua boks ikan segar itu tanpa dilengkapi dokumen kesehatan dari Karantina. Ikan yang akan dikirim ke Bandung, Jawa Barat itu diangkut dengan menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP). Bus pertama yang mengangkut ikan tanpa dokumen yakni Bus Pahala Kencana D 7702 AN.

Bus AKAP yang dikemudikan Ade Satiman, 57, asal Sumbersari, Ciparay, Bandung, tersebut diperiksa sekitar pukuk 18.20 di Pos 1 atau pintu masuk pelabuhan. Di bagasi bus ditemukan satu dus warna coklat berisi usus ikan kering, dua box gabus warna putih berisi ikan segar, dan satu dus warna cokelat berisi ikan hias hidup.

“Semuanya tidak dilengkapi dengan dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP KOmang Muliyadi. Usus ikan, ikan segar dan ikan hias yang diamankan itu diangkut dari Denpasar dengan tujuan Bandung.

Kemudian, sekitar pukul 18.45 juga di pos 1 atau pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk giliran di bagasi bus AKAP Keramat Djati B 7595 TGA yang dikemudikan Rojai, 47, asal desa Karangjawa, Tegal, Jateng ditemukan ikan segar.

Ada sembilan box gabus berisi ikan segar yang ditemukan dan tidak dilengkapi dengan dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina. “Ikan segar itu diangkut dari Benoa dengan tujuan Tegal, Jawa Tengah, tanpa dilengkapi surat sertifikat kesehatan karantina,” ungkapnya, seperti dilansir jawapos.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY