Pinjaman 400 Juta US Dollar Untuk Reformasi Logistik dari Bank Dunia

0
354
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Dewan Eksekutif Bank Dunia hari ini memberikan pinjaman (Development Policy Loan) untuk reformasi logistik di Indonesia. Pinjaman sebesar USD400 juta atau setara Rp5,21 triliun (estimasi kurs Rp13.040/USD) ini diharapkan bisa dipergunakan untuk memperbaiki logistik dan memperlancar konektivitas. Sehingga, pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan serta kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi.

Pendanaan tersebut juga mendukung pemerintah mengatasi hambatan rantai pasokan, seperti dwelling time (waktu bongkar muat), serta memangkas prosedur izin perdagangan. Masalah terakhir ini membuat biaya logistik Indonesia menjadi lebih mahal bila dibandingkan negara-negara tetangga. Biaya logistik Indonesia untuk manufaktur mencapai 25%, sementara Thailand 15% dan Malaysia 13%.

Ndilalahnya, biaya pengiriman sebuah peti kemas berisi jeruk dari Shanghai, China ke Jakarta, lebih murah dibandingkan biaya pengiriman barang serupa dari Jakarta ke Padang, Sumatera Barat. Padahal, jarak kedua kota di Indonesia tersebut hanya seperenam bila dibandingkan jarak antara Jakarta dengan Shanghai.

“Logistik yang lebih baik untuk meningkatkan konektivitas akan memberi dampak signifikan bagi daya saing negara, juga terhadap kemiskinan. Perbaikan logistik bisa mengurangi biaya barang dan jasa, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal Indonesia,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/11/2016), sebagaimana dilansir sindonews.com.

Dia meyakini, reformasi ini akan membantu Indonesia mencapai sasaran pertumbuhan inklusif yang lebih tinggi. Pinjaman Kebijakan Pembangunan Reformasi Logistik juga akan mendukung Indonesia melakukan transisi yang sangat diperlukan, yaitu beralih dari ekonomi yang bergantung kepada komoditas menuju ekonomi berbasis manufaktur yang berdaya saing tinggi.

Ekonom Senior Bank Dunia, Massimiliano Cali menambahkan bahwa logistik yang mahal dan tidak handal merupakan salah satu hambatan bagi daya saing Indonesia. “Teratasinya hambatan akan meningkatkan produksi dan ekspor, sehingga mengangkat pertumbuhan ekonomi. Dengan berakhirnya masa kejayaan komoditas, kebutuhan untuk memperbaiki daya saing dalam hal produksi non-komoditas menjadi semakin penting,” imbuhnya.

Adapun tiga komponen utama pendanaan ini adalah peningkatan kinerja pelabuhan, peningkatan daya saing layanan logistik, serta memperkuat fasilitasi perdagangan.

Dukungan Bank Dunia terhadap reformasi logistik di Indonesia merupakan bagian penting dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia di Indonesia, yang berpusat pada prioritas pemerintah yang berpotensi membawa dampak perubahan besar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY