Plt Gubernur Bengkulu Minta Agar Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Dioptimalkan

0
108
Ilustrasi Pelabuhan (liputan6.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta agar Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu untuk lebih dioptimalkan. Pelabuhan tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan PT Pelindo II (Persero).

Ia menuturkan, dengan optimalisasi jalur laut keluar masuk Bengkulu, biaya logistik yang sudah mencapai 40 persen bisa dipangkas. Adapun potensi yang bisa diambil dari Bengkulu salah satu crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

“Saya melihat potensi Pulau Baai pintu masuk ekspor-impor peluangnya besar sekali, CPO dan kopi kita pastikan pintu keluarnya adalah Pulau Baai. Dengan begini nilai tambah petani akan naik neraca belanja eksport-import akan positif ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata dia, Selasa (22/8/2017).

Rohidin menegaskan, pintu keluar masuk terhadap komoditas produksi Bengkulu harus berada pada kontrol pemerintah dan pelaku usaha dengan memanfaatkan infrastruktur strategis yang ada.

Pelabuhan Pulau Baai diharapkan menjadi gerbang ekspor impor sehingga komoditas pertanian Bengkulu langsung didistribusikan tanpa melalui daerah tetangga.

Ia mengharapkan, selain keuntungan petani bertambah, dampaknya Bengkulu mendapatkan nama sebagai aktor dan pelaku ekspor.

Dalam kesempatan ini, Rohidin juga menginstruksikan agar segera mendaftarkan komoditas produk asli Bengkulu di antaranya, Bunga Raflesia sebagi ikon Provinsi Bengkulu, Kain Besurek, Alat Musik Dol, Jeruk Kalamansi, Pisang Curup dan Itik Talang Benih untuk menjadi produk ekspor yang melalui pelabuhan pulau bai Bengkulu.

Sementara itu General Manager Pelindo II Bengkulu, Drajat Sulistio menuturkan, peti kemas dan CPO saat ini sudah bisa ekspor dari pelabuhan Pulau Baai dengan dokumen PEB Bea Cukai Bengkulu.

Drajat berharap langkah ini diikuti produk komoditas lain. Untuk proses ekspor, Ia mengatakan Pelindo II cabang Bengkulu membuka kantor pelayanan 7 hari seminggu hingga pukul 10 malam. Sementara kegiatan operasional berjalan 24 jam dalam 7 hari.

“Kami harapkan dengan ada konsolidasi ini, program tol laut Pemerintah dapat terlaksana sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan cost logistik dapat ditekan sehingga masyarakat pulau terluar bisa menikmati harga terjangkau. Dan distribusi barang dari pulau-pulau terluar dapat dilayani,” ujar dia, seperti dilansir liputan6.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY