Polda Sulsel dan Resmob Polda Kaltim Ungkap Kasus Pencurian Lewat Jasa Pengiriman Barang

0
133

Makassar – (suaracargo.com)

Personel Timsus Polda Sulsel bersama Resmob Polda Kaltim berhasil mengungkap kasus pencurian, penipuan dan penggelapan dengan memanfaatkan perusahaan jasa pengiriman barang.

Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil menangkap Hari dan Hasrul yang merupakan sindikat penipuan asal Kota Balikpapan setelah menjadi buronan Polda Kaltim sejak beberapa bulan terakhir.

Kedua pelaku berhasil ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Polisi pertama kali menangkap Hari di Jalan Onta Lama, Sementara itu, Hasrul ditangkap di Jalan Flamboyan, Kota Makassar, Jumat (30/3/2018) lalu.

Panit I Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten Puang Baso menyebutkan bahwa, korban dari kedua pelaku mayoritas pedagang pakaian. Total kerugian yang dialami para korbannya telah mencapai Rp500 juta sesuai laporan di Polda Kaltim.

“Jadi yang ditangkap ini adalah pelaku pencurian dan penipuan yang tersangka utamanya sudah diamankan di Kalimantan,” ungkap Panit I Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten Puang Baso, Minggu (1/4/2018).

Sebelum melancarkan aksinya, kata Arten, para pelaku terlebih dahulu membobol data sejumlah perusahaan ekspedisi mulai dari data jenis barang hingga jadwal pengiriman. Setelah itu, mereka menyamar sebagai kurir perusahaan terkait dan sebagai koordinator atau pengawas.

“Mereka berperan menjemput barang tersebut jika sudah terkirim. Seperti di bandara. Nah, Kalau barang sudah ditangan, mereka kemudian menjualnya ke beberapa pedagang pakaian di Makassar bahkan sampai beberapa daerah di Sulsel,” jelas Arten, seperti dilansir online24jam.com.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku beserta barang berupa ratusan lembar pakaian telah diserahkan ke Polda Kaltim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here