Polisi Temukan 4 Kilogram Sabu di Pelabuhan Pelini Lewat Mesin Sinar X

0
336
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Roberthus Yohanes De Deo (tengah) memberikan keterangan pers. (Jabbar/detikcom)

Jakarta – (suaracargo.com)

Polisi menemukan 4 kilogram sabu di Pelabuhan Pelni yang terdeteksi lewat mesin sinar-X. Polisi masih menyelidiki siapa pemilik sabu tersebut.

“Kita amankan 4 kg sabu dari Pelabuhan Pelni. Tapi kami masih penyelidikan siapa yang memiliki. Karena kita dapatkan ini dari X-ray,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Roberthus Yohanes De Deo di kantornya, Jalan Pelabuhan Nusantara II, Tanjung Priok, Jakut, Kamis (18/5/2017).

Sabu yang diketahui berasal dari Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau, itu ditemukan Rabu (17/5) kemarin. Sabu tersimpan di dalam mesin penyejuk udara (AC).

Robert mengatakan, penyebab tidak terdeteksinya pemilik sabu tersebut adalah karena pada saat hendak memasuki pelabuhan, barang tidak langsung dibawa pemilik.

“Pemiliknya tidak terdeteksi. Karena kalau pemeriksaan X-ray itu kan antrean. Jadi barangnya ditaruh dulu, orangnya masuk ke dalam sekuriti. Jadi antara barang dan orang tidak match,” katanya, seperti dilansir detik.com.

“Jadi orang masuk, baru barangnya belakangan. Begitu ini ketemu di mesin X-ray, otomatis tidak ada yang mengakui,” tambah Robert.

Dalam kesempatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga merilis kasus yang diungkap lewat Operasi Cipta Kondisi. Kegiatan ini digelar untuk mewujudkan situasi aman menjelang bulan Ramadan. Ada 54 orang yang diduga preman dan puluhan botol yang diamankan.

“Dalam Operasi Cipta Kondisi ini, sasaran kami adalah tempat rawan yang umum terjadi premanisme, pungli, dan curanmor. Kemudian pengamanan serta pengawasan aktivitas arus orang dengan barang juga ditingkatkan. Operasi ini setidaknya menyamankan warga di area hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here