Polres Pekalongan Intensifkan Razia Truk Dalam Rangka Perbaikan Jembatan Comal

0
293
ilustrasi perbaikan jalan (Antara / liputan6.com)
ilustrasi perbaikan jalan (Antara / liputan6.com)

Pekalongan – (suaracargo.com)

Jajaran Polres Pekalongan Kota akan mengintensifkan razia terhadap truk-truk yang diperkirakan melebihi batas muatan. Razia intensif ini akan dilakukan hingga beberapa pekan mendatang,

Truk-truk kelebihan tonase ini merupakan salah satu sasaran dalam razia yang diberi nama Operasi Comal Candi ke II tahun 2014 yang digelar mulai 10-24 November.

Operasi penindakan terhadap truk kelebihan muatan itu sendiri digelar sebagai tindak lanjut adanya perbaikan Jembatan Comal B (sisi utara) di Kabupaten Pemalang yang saat ini tengah berlangsung. Sebanyak 45 personil dari Polres Pekalongan Kota akan dikerahkan dalam operasi ini.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, melalui Kabag Ops Kompol Sri Sumardi, didampingi Kasatlantas AKP Pranata menjelaskan, tujuan digelarnya operasi ini antara lain untuk menurunkan tingkat kerawanan terjadinya kecelakaan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, serta pelanggaran lalu lintas.

“Juga untuk mengantisipasi terjadinya kriminalitas, serta meniadakan pungli (pungutan liar) sebagai dampak perbaikan sisi utara Jembatan Comal,” jelasnya, Senin (10/11), sebagaimana dilansir radarpekalongan.com.

Dipaparkan pula oleh Luthfie bahwa selama ini terdapat beberapa kerawanan di sejumlah jalur pantura Kota Pekalongan. Kerawanan tersebut meliputi kemacetan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, serta pelanggaran lalu lintas.

Beberapa ruas jalur yang rawan terjadi kemacetan antara lain Jalan Gajahmada, Jalan Setiabudi, serta Jalan Jenderal Sudirman. Kerawanan ini terjadi karena anatomi ruas jalan tersebut yang didominasi truk-truk yang melebihi batas muatan, banyak angkot mangkal di pinggir jalan, arus lalu lintas majemuk, adanya traffic light yang berdekatan, merupakan persimpangan padat arus, minim rambu larangan berhenti/parkir, serta banyak gang atau akses jalan padat penyeberangan.

Sementara, ruas jalur pantura yang dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas antara lain Jalan Dr Sutomo, Jalan Jenderal Sudirman, serta Jalan Raya Pacar – Jalan Gajahmada. Penyebabnya, antara lain selain jalur ini didominasi truk-truk besar yang melebihi batas muatan, juga karena kurang tertibnya pengguna jalan.

Ruas Jalan Dr Sutomo (sekitar ruko Terminal Bus), Jalan Gajahmada, serta Jalan Jenderal Sudirman, juga dinilai rawan terjadi pelanggaran lalu lintas. Anatomi penyebabnya, antara lain karena jalur ini didominasi truk-truk besar dan banyak truk dan bus yang ngetem di bahu jalan.

Lalu, rendahnya ketaatan pengemudi terhadap peraturan lalu lintas, banyak pertokoan, juga karena banyak penyeberang jalan khususnya kendaraan roda dua dari akses jalan yang sangat membahayakan.

“Maka cara bertindaknya adalah dengan melaksanakan razia terhadap truk-truk yang diperkirakan melebihi batas muatan, melaksanakan Turjawali, rekayasa lalu lintas, penindakan selektif prioritas, penindakan dengan tilang terhadap pelanggaran 11 prioritas safety riding,” bebernya.

“Polres juga akan terus memberi penyuluhan pada masyarakat, penempatan personil secara terus menerus pada jam rawan, membentuk forum kemitraan polisi masyarakat (FKPM) kawasan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here