Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Aksi Penyelundupan Obat Farmasi Ilegal

0
212
Ilustrasi obat (http://assets.kidnesia.com/media_kidnesia/article_image/cover/original/3747-mengapa-obat-rasanya-pahit.jpg)

Jakarta – (suaracargo.com)

Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan aksi penyelundupan obat farmasi yang diproduksi langsung Malaysia ke Indonesia, Kamis (27/3/2017) lalu. Diketahui, ribuan obat-obatan ini tak mendapatkan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu kini diamankan pihak kepolisian.

“Pengungkapan itu terjadi pada Kamis (27/3) lalu. Saat itu anggota Unit 2 Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok sedang melakukan kegiatan pengawasan terhadap ?kedatangan Kapal Bahari Indonesia yang bersandar diarea Dermaga 108 Pelabuhan Tanjung Priok. Saat itu kami mencurigai ada truk. Diketahui isinya membawa 14 koli karung dan dus,” ujar Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Dedi, Selasa (11/4/2017).

Truk yang membawa 14 koli karung dan dus ini pun diperiksa dan digeledah. Saat petugas menggeledah, kata Dedi, terlihat bermuatan obat farmasi produk Malaysia?.
“Obat-obatan farmasi ini dibawakan langsung dari Pontianak Kalimantan Barat menuju Kota Jakarta. Jadi untuk mengelabui petugas obat farmasi ilegal itu sudah disembunyikan dibalik limbah plastik,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, setelah ditelusuri, belasan koli obat ilegal itu ternyata tidak ada pemiliknya.

“Berdasarkan keterangan PT KDX Jakarta iNJi yang selaku perusahaan ekspedisi diketahui persediaan farmasi ilegal itu akan dikirim ke Medan melalui PT berinisial WE Jakarta. Soal si pemilik dan pengirim obat ilegal ini lah yang masih kami dalami dulu,” jelasnya.

Usai mengamankan ribuan butir obat tersebut, para anggota pun langsung berkoordinasi dengan pihak BPOM, guna memastikan apakah obat tersebut legal dan layak beredar di Indonesia atau tidak.

“Ternyata saat diteliti obat tersebut ilegal ya dan kami belum tahu obat ini manfaatnya apa dan untuk apa. Sampai saat ini masih lakukan pengejaran terhadap pelaku, atau pemilik dari barang ilegal ini,” ujarnya, seperti dilansir wartakota.tribunnews.com.

Barang bukti yang diamankan adalah obat yang bermerk Jianbu Huqian Wan sebanyak 864 kotak, merek Jiang Chun Yi Suan ada 1.152 kotak, dan ada merek Re?n Sheng Zhen Fei Wan sebanyak 864 kotak. Selanjutnya ada merek Tian Ma Ginseng sebanyak 1.152 kotak.

Pasalnya, yang dipersangkakan kepada pelaku adalah Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Tindak Pidana Mengedarkn Sediaan Farmasi Tanpa Izin Edar dengn ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY