Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2000 Materai Palsu

0
210
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2000 Materai Palsu (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Tanjung Priok – (suaracargo.com)

Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyita materai palsu Rp 6000 sebanyak lima lembar atau sebanyak 250 keping, di Jalan Terembesi, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/5/2016), sekitar pukul 08.30 WIB. Materai ini diperjualbelikan oleh tersangka dengan harga dibawah rata-rata Rp 4000 – Rp 5500.

“Tersangka melakukan jual-beli materai tempel nominal Rp 6000 yang diduga palsu. Harga yang dijual dibawah rata-rata, yakni Rp 4000 – Rp 5500. Alasan para tersangka ini menjual dengan harga rendah, karena mengaku ke pembeli ini materai-materai itu dapat langsung dari agennya,” jelas Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Victor DH Inkiriwang di Halaman Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (25/5/2016).

Berawal, kata Victor sekira pukul 18.30 WIB, Sabtu (14/5) anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok mendapatkan informasi warga, jika di Jalan Terembesi, terkait maraknya peredaran materai palsu Rp 6000. Victor mengatakan, tak lama anggota mencurigai seorang pria berinisial S (52), seorang pengecer materai Rp 6000.

PROMO CSMCARGO TERBARU

“Pria bernisial S ini yang merupakan seorang pengecer materai, dan terlihat di bibir jalan Terembesi. Kecurigaan anggota pun terbukti, dan mendapatkan dari tangan S sebanyak lima lembar materai, atau 250 keping materai palsu Rp 6000,” jelas Victor, seperti dilansir wartakota.tribunnews.com.

Victor mengatakan, pihaknya melakukan interogasi terhadap S saat itu. Dijelaskan oleh Victor, Tersangka S sendiri mengakui mendapatkan materai-materai palsu tersebut dari seorang pria berinisial S alias G (52) yang diketahui sebagai distributor materai palsu tersebut.

“Berdasarkan keterangan S, kami pun melacak jejak pria berinisial S alias G yang merupakan distributor materai palsu. Maka, pada Minggu (15/5), tersangka S alias G tersebut kami bekuk di Jalan BKT Pondok Kopi, Klender, Jakarta Timur, sekitar 19.30 WIB. Kami temukan 4 lembar atau 200 keping materai yang diduga palsu tersebut,” papar Victor.

Victor menambahkan, mendapat keterangan dari S alias G yang mengaku mendapatkan materai palsu tersebut dari rekannya yang juga sebagai distributor materai palsu, yakni LS (37). Ia mengatakan, LS pun dibekuk tak jauh dari pelaku S alias G.

“Kita mintakan keterangan LS, ternyata dia mendapatkan barang palsu ini dari tangan seorang pria berinisial M alias B (38). Maka, pada Minggu (17/5), tersangka M alias B kami bekuk di Jalan BKT Pondok Kopi, karena sempat kabur saat ditangkap di kediamannya. Di tangan M alias B yang juga merupakan distributor materai palsu pun ditemukan sebanyak 20 lembar atau 1000 keping,” jelasnya.

Victor mengatakan, pasal yang dijerat keempat pelaku yakni Pasal 257 KUHPidana Juncto Pasal 253 KUHPidana dan Pasal 13 UU RI nomor 13 tahun 1985, tentang bea materai. Ia menambahkan, maksimal keempat pelaku pun harus mendekam di bui selama diatas 7 tahun.

Salah satu tersangka, S, berdalih tak tahu menahu materai yang dijualnya merupakan materai palsu. Pria beranak tiga ini pun mengatakan kembali dirinya berjualan materai hanya untuk kebutuhan dapurnya.

“Kalau saya kerja ya saya bisa jualan beginian (Materai) toh cuman lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja. Tapi saya bener tak tahu pak kalau materai ini palsu. Saya kira teman-teman saya (LS, M alias B, dan S alias G) baik mau ngasih saya kerjaan kecil-kecilan,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hanny Hidayat menghimbau masyarakat agar lebih teliti jika ingin membeli materai. Menurut Hanny, materai merupakan benda atau alat yang dikeluarkan pemerintah, yang digunakan dalam lalu lintas hukum untuk suatu dokumen.

“Sehingga materai ini kan dapat digunakan sebagai alat bukti dimuka pengadilan. Apabila palsu, penggunaannya pun dapat menggugurkan keabsahan suatu dokumen dan tidak memiliki kekuatan hukumnya, serta dapat merugikan beberapa pihak antara lain negara dan masyarakat tentunya sebagai pengguna,” papar Hanny.

Dinyatakan Hanny, ciri-ciri materail asli jika diterawang terlihat ada serat-serat berwarna merah dan biru. Sementara materai palsu memiliki ciri berbahan kertas polos, dan jika diterawang tak memiliki serat berwarna merah dan biru seperti yang dimiliki materai yang asli.

“Kalau asli, jika diterawang ada serat berwarna merah dan biru. Jikalau palsu, kertasnya itu polos dan warnanya justri lebih cerah dari yang asli. Jika diterawang pun, tak ada serat warna seperti apa yang dimiliki di materai yang asli,” tutup Hanny.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY