Pos Logistik Targetkan Kenaikan Omzet

0
201
ilustrasi logistik (enciety.co)
ilustrasi logistik (enciety.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Anak usaha BUMN PT Pos Indonesia (Persero), yakni PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) menargetkan omzet sampai akhir tahun sebesar 500 miliar rupiah. Selain itu, Poslog juga menargetkan kenaikan omzet 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia Hendriawan mengatakan, untuk mencapai target tersebut Poslog saat ini sedang melakukan ekspansi perluasan pasar. Hal ini dilakukan karena masih banyak pasar-pasar yang belum dimasuki seperti perusahaan BUMN, oil and gas, serta memperkuat bisnis Poslog di induk perusahaan. “Sampai akhir tahun kita harapkan dapat tumbuh 60 persen dan secara angka 500 miliar rupiah,” ungkapnya usai acara diskusi “Peran Logistik dalam Mengurangi Disparitas Harga”. hasil kerja sama dengan Koran Jakarta di Universitas Paramadina Jakarta, Rabu (28/10).

Omzet Poslog per September 2015 mengalami penurunan di inline bisnis tapi di bisnis lainnya masih mencatatkan kinerja yang cukup bagus seperti warehousing. Kendati demikian, penurunan ini dinilai tidak seberapa jika dibandingkan pada periode bulan sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan pada periode sama tahun lalu, Poslog masih tumbuh secara keseluruhan 65 persen. “Jadi kalau omzet tahun kemarin itu 150 miliar rupiah, sedangkan sampai posisi September 250 miliar rupiah karena ada pekerjaan dari holding,” imbuhnya, seperti dilansir koran-jakarta.com.

Untuk mendorong pencapaian target tersebut, Hendriawan mengaku sudah ada beberapa target di dalam tiga bulan terakhir. Kerja sama tersebut sebagian akan dilakukan di tahun ini dan ada yang efektif dilakukan di tahun depan. Beberapa kerja sama strategis baik melalui intenfikasi dan ekstensifikasi.

Bisnis “E-commerce”

Selain dari dua hal tersebut, Poslog juga melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke bisnis yang sekarang sedang booming yakni e-commerce. Sejauh ini, Poslog sudah mulai melakukan pembicaraan awal dengan beberapa perusahaan asing seperti One World dari Inggris, Waipio Valley perusahan kurir terbesar kedua dari Tiongkok. Kemudian, ada juga perusahaan dari Filipina dan Malaysia. “Kita akan melakukan bisnis e-commerce dan itu bisnis yang menarik,” tuturnya.

Ditambahkan Hendriawan kerja sama ini diharapkan efektif dilakukan pada semester I tahun depan, mengingat terjalin kerja sama dari Inggris, kemudian Tiongkok.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY