PPLBI Target Jadi Hub Logistik Asia Pasifik

0
587
Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur (Berita Trans)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Perhimpunan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) optimis bisa menjadi Hub Asia Pasific dalam penyediaan logistik yang mendukung kegiatan industri migas dan industri lainya. Bahkan, PPBLI sudah mendapat informasi bahwa bukan hanya satu atau dua saja perusahaan yang tadi menimbun logistik di Singapura kini beralih ke Indonesia.

Ketua PPLBI Esty Puspitasari optimis, PPLBI dapat menjadi Hub logistik pasar Asia Pasific. Singapura yang dulu menjadi pemain utama penempatan logistik kini mulai ditinggalkan oleh perusahaan dalam negeri.

“Kami sangat optimistis karena sekarang perubahan-perubahan yang kita rencanakan di awal dengan konsep PLB (pusat logistik berikat) ini sudah mulai terlihat. Salah satunya ada perusahaan memindahkan hub-hubnya dan itu bukan cuma satu. Dari laporan PLB-PLB lainnya itu sudah terjadi,” terang Esti, hari Jum’at 4 November 2016

Bahkan, dengan kebijakan pemberantasan pungli, kemudahan perizinan dan pembenahan logistik yang mendukung pembangunan ekonomi sudah sesuai dengan arah ekonomi. Kini sebutnya, Singapura yang dulu sangat terkenal dengan hub logistik industri dari berbagai negara termasuk perusahaan Indonesia, kini melakukan banyak perubahan seperti penurunan biaya dan pemberian diskon-diskon.

“Jadi kita melihatnya sisi positif kalau mereka sudah mulai berubah itu berarti apa dijalankan, improvement sudah terjadi. Apakah mungkin? Dengan penduduk Indonesia dan pertumbuhan ekonomi 5,5 itu cukup tinggi dalam situasi dunia saat ini. Kita punya tingkat pertumbuhan ekonomi di kelas menengah yang sangat tinggi,” terangnya, seperti dilansir korankaltim.com.

Dengan adanya tingkat pertumbuhan yang cukup stabil dan kelas menengah yang terus tumbuh itu, tingkat komsumsi akan terus meningkat. Otomatis, hal itu akan membutuhkan pasokan logistik yang kuat.

“Indonesia ada di tengah-tengah antara perusahaan di luar negeri dengan titik di Asia Pasifik. Sisi geografis itu memungkinkan perubahan dari sektor -sektor regulator untuk membuat ini makin berkembang. Jadi dibutuhkan infrastruktur dan kemudahan berbisnis,” ujarnya.

Dari 11 perusahaan yang membuka kegiatan PLB pada Maret 2016 lalu, kini berjumlah 28 perusahaan PLB. Menurutnya, jika ini tidak bagus dan prospek tentu tidak masuk dalam PLB.

“Tapi konsep bisnis dari non PLB ke PLB itu memang butuh waktu, dan ini akan mampu menarik perusahaan-perusahaan masuk dalam PLB. Tidak mudah perusahaan merubah strategi logistik. Kalau kami 5-6 bulan perubahan itu akan terjadi,” tuturnya.

Strategi dan target pemerintah itu, sampai akhir tahun perusahaan PLB itu sebanyak 50 perusahaan. “Kami mendorong mereka perusahaan-perusahaan ini membuka di beberapa titik (daerah) sesuai kebutuhan daerah itu,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here