Presiden Harapkan Biaya Logistik di Indonesia Turun

0
328
ilustrasi jasa pengiriman barang (maritimedia.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan biaya transportasi logistik bisa turun. Tingginya biaya logistik akan memperlemah daya saing produk-produk Indonesia dibandingkan produk-produk dari negara-negara lain.

“Biaya transportasi kita masih 2,5 hingga 3 kali lipat lebih besar dari negara tetangga,” kata Jokowi, di Ruang Mataram, Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin (18/1).

Dengan kondisi demikian, kata Jokowi, bagaimana Indonesia bisa bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Belum lagi kita masuk ke TPP (Trans Pacific Partnership) Blok Amerika, Uni Eropa, atau Blo nya Tiongkok. Kalau biaya logistik kita masih mahal, tentu kita akan kena libas dan keok, itu yang saya tidak mau,” tuturnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Jokowi juga mengatakan, pengembangan transportasi di Papua dan Sulawesi harus menjadi perhatian untuk menekan biaya angkut. Jika biaya angkut
masih mahal, maka produk di sana tidak bisa bersaing dengan produk dari daerah lain. “Oleh sebab itu, cara-cara lama harus ditinggalkan, ini era persaingan dan kompetisi. Kalau kita tidak bisa ke sana, kita yang ditinggal, dan saya tidak mau itu terjadi. Pengembangan transportasi daerah seperti bandara, pelabuhan perintis harus diperhatikan, sehingga ketimpangan biaya bisa kita tangani,” tutup Jokowi.

Sebelumnya Jokowi menargetkan penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan (Kemhub) mencapai 90 persen pada Tahun Anggaran 2016. Dengan demikian, proyek pembangunan prasarana transportasi di Indonesia bisa berjalan cepat. Dampak lebih lanjut, biaya logistik nasional di Indonesia bisa lebih murah sekaligus mengurangi ketimpangan harga produk dan jasa di wilayah Timur Indonesia serta mendorong perekonomian nasional.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here