Presiden Heran, 11 Tahun Dibangun Belum Ada Kegiatan di Pelabuhan Tanjung Batu

0
327
Presiden tinjau dermaga Pelabuhan Tanjung Batu (kompas.com)
Presiden tinjau dermaga Pelabuhan Tanjung Batu (kompas.com)

Belitung – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo merasa heran, meski sudah 11 tahun dibangun, Pelabuhan Tanjung Batu yang terletak di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, belum juga beroperasi. Bahkan, kegiatan kepelabuhanan belum ada sama sekali. Pengoperasian baru dilakukan setelah pelabuhan diresmikan Presiden Jokowi, Sabtu (20/6).

Seusai meresmikan pengoperasian Pelabuhan Tanjung Batu, Presiden Jokowi menginstruksikan, kegiatan mulai dari bongkar muat kapal sampai pengisian air dan bahan bakar minyak (BBM) harus segera dimulai sekarang. “Enam bulan yang akan datang akan saya tengok lagi, apakah sudah ada kegiatan atau belum di pelabuhan ini. Seharusnya sudah ada (kegiatan),” ujarnya kepada pers.

Menurut Presiden, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi dan Bupati Belitung Sahani Saleh akan memindahkan kegiatan bongkar muat kapal dan aktivitas pelabuhan lain ke Pelabuhan Tanjung Batu. Demikian pula bungker air dan BBM untuk pengisian kapal, yang selama ini diambil di Singapura atau Tanjung Priok, akan dibangun di Pelabuhan Tanjung Batu.

“Masuknya investor akan menjadi tanggung jawab mulai dari Menteri Koordinator Perekonomian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hingga gubernur dan bupati di Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Belitung,” kata Presiden, seperti dilansir kompas.com.

Jika sudah ada kegiatan di pelabuhan, Presiden menyatakan, area pelabuhan akan diperluas hingga mencapai 1.400 hektar. “Kalau membangun jangan tanggung, sekaligus saja agar pemanfaatannya benar-benar bisa maksimal,” katanya.

Dalam peresmian itu, Presiden Jokowi didampingi Ny Iriana Joko Widodo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Kepala BKPM Franky Sibarani.

Saat peresmian pengoperasian pelabuhan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa keliru besar jika tol laut atau konektivitas antarpulau di wilayah negara yang 70 persen terdiri dari air dan kepulauan tersebut belum bisa dilaksanakan. “Percepatan pembangunan akan menumbuhkan industri baru di daerah, yang pada gilirannya bisa menggerakkan ekonomi dan menumbuhkan perekonomian,” ujarnya.

Dengan adanya konektivitas, kata Presiden, diharapkan komoditas yang diangkut bukan hanya bahan baku mentah. Bahan jadi yang sudah diolah juga bisa diangkut sehingga lebih menguntungkan industri di Indonesia.

Kapasitas masih kecil

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, area Pelabuhan Tanjung Batu memang masih sangat kecil sehingga kapasitasnya pun kecil. Luasnya sekitar 100 hektar, yang dibangun tahun 2004 dengan biaya Rp 70 miliar dari APBD dan Rp 50 miliar dari APBN. “Kami menunggu di pelabuhan ini akan dibangun instalasi air bersih dan BBM serta industri lain sehingga pelabuhan ini dapat dibesarkan lagi areanya,” kata Jonan.

Sejauh ini, Pelabuhan Tanjung Batu memiliki fasilitas terminal layanan kapal penumpang, terminal layanan kapal general kargo, batubara dan kontainer, serta terminal khusus untuk minyak sawit mentah (CPO). Pelabuhan yang strategis karena berdekatan dengan alur laut kepulauan Indonesia 1 itu dilengkapi dengan fasilitas terminal penumpang seluas 304 meter persegi dan dermaga berukuran 120 meter x 60 meter yang dapat didarati kapal 6.000 DWT.

“Blusukan” pertama pada bulan puasa

Catatan Kompas, kunjungan kerja ke Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini merupakan blusukan pertama Presiden Jokowi pada bulan puasa tahun ini, termasuk kunjungan kerja ke Kepulauan Babel. Selain ke Kepulauan Babel, Presiden juga akan berkunjung ke Kepulauan Riau.

Presiden berencana melakukan kunjungan kerja selama dua hari hingga Minggu (21/6). Selain membagikan kartu bantuan sosial, Jokowi juga akan meninjau kawasan ekonomi khusus (KEK) dan produksi galangan kapal. Setelah peresmian Pelabuhan Tanjung Batu, Presiden akan melakukan peletakan batu pertama perluasan Bandara HAS Hanandjoeddin.

Presiden berencana menuju KEK Kemaritiman dan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang. Selanjutnya, Presiden menuju Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, untuk menyerahkan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Siangnya, Presiden dan rombongan terbang menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang untuk menghadiri buka puasa bersama masyarakat dan pimpinan daerah.

Esoknya, rombongan Presiden menuju Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkal Pinang, untuk menyerahkan Kartu ASPDB, KIP, KIS dan KKS. Selanjutnya, Presiden meninggalkan Kepulauan Babel menuju Kepulauan Riau untuk melihat produksi galangan kapal di Tanjung Uncang, Batam, membagikan kartu bantuan sosial, serta buka puasa bersama dan tarawih di Masjid Raya Batam. Presiden direncanakan meninggalkan Batam menuju Jakarta pukul 23.00.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here