Presiden Humpuss: Pembangunan Pelabuhan harus Dibarengi Pertumbuhan Kapasitas Armada Kapal

0
366
ilustrasi pelabuhan (kabar24.bisnis.com)
ilustrasi pelabuhan (kabar24.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden PT Humpuss Intermoda Transportasi Theo Lekatompessy mengatakan, memang perlu dibangun pelabuhan dengan kapasitas besar sesuai dengan rencana pemerintah. Namun, dia berpendapat, kapasitas pelabuhan yang sudah ada saat ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan kapasitas armadanya.

Selain itu, asas cabotage di Indonesia belum diterapkan dengan baik sehingga masuk banyak kapal asing yang masuk. Dia berharap agar pemerintah memanfaatkan kapasitas pelabuhan dengan maksimal.

“Coba, peniti impor bahkan kancing baju impor dari Cina berarti kapal dari Cina masuk dan kapal Indonesia bisa mati,” ucap Theo, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (10/6/2015).

Menurutnya, jika kapal berukuran 300.000 DWT dibangun, pemerintah mesti memperhatikan industri galangan kapal nasional. Selain itu, jangka waktu penyelesaian pembangunan kapal juga harus diperhatikan.

Kapasitas yang berukuran besar itu belum tentu bisa disuplai oleh industri besi nasional. Pasalnya, saat ini Krakatau Steel masih setengah mati memenuhi permintaan bahan kapal.

Dia juga menuturkan, pemerintah perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam membangun kapal terlebih dulu. Selanjutnya, melakukan kerja sama untuk memasok teknologi bagi armada dan membuat kebijakan yang mendukung pendanaan pembangunan kapal.

Namun, dengan kondisi yang ada sekarang ini, sulit untuk bisa memenuhi semua hal tersebut. Bahkan, memenuhi yang ada saja sudah agak susah, kata Theo menambahkan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here