Presiden Wajibkan Pelindo II Denda Importir Nakal Yang Menumpuk Kontainer di Pelabuhan

0
338
ilustrasi penumpukan peti kemas

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo memerintahkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk memberikan denda pada kontainer yang menumpuk di pelabuhan. Kebijakan ini diambil untuk menekan waktu bongkar muat barang (dwelling time) yang saat ini masih 4,3 hari agar menjadi 1,5 hari.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menuturkan, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia selama ini selalu penuh sesak dengan keberadaan kontainer. Banyak importir nakal yang sengaja menyimpan kontainernya di dalam pelabuhan. Alasan mereka menyimpan barang di pelabuhan adalah biaya yang sangat murah, yakni Rp 28.500. Terlebih lagi, biaya menyimpan kontainer di luar pelabuhan biayanya berkali-kali lipat.

Untuk menyiasati masalah itu, Rizal mengatakan, Menteri Perhubungan telah mengeluarkan peraturan yang membatasi waktu bagi kontainer untuk berada di pelabuhan. Importir hanya diberi waktu tiga hari, setelah pemeriksaan, untuk menyimpan kontainernya di pelabuhan tanpa biaya. Setelah lebih dari tiga hari, ada denda yang dikenakan. Besaran denda tersebut akan ditentukan oleh Menteri BUMN.

“Prinsipnya dendanya harus tinggi, agar kontainer ini bisa keluar secepat mungkin,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/12).

Dia meyakini, penerapan sistem denda ini akan dapa d mengurangi waktu bongkar muat. Rizal bahkan memprediksi dwelling time bisa berkurang satu hari. Selain itu, ungkap Rizal, sistem denda ini sebenarnya sudah pernah dibahas sebelumnya. Namun, saat itu manajemen Pelindo II menolak menerapkannya.

“Mohon maaf, selama ini Pelindo II menolak memberikan denda. Kami dendanya memang tinggi, mintanya Rp 5 juta sehingga kontainer-kontainer kabur. Tapi manajemen Pelindo II menolak,” ucap dia, seperti dilansir republika.co.id.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here