Program Mudik Gratis Bikin Jasa Pengiriman Barang Sepi Order

0
202
Ilustrasi penyeberangan (okezone.com)

Mojokerto – (suaracargo.com)

Program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta berimbas ke sepinya jasa pengiriman barang menggunakan kereta api (KA). Seperti yang terlihat di kantor jasa pengiriman barang PT Herona Expres yang berada di Stasiun Kereta Api (KA) Mojokerto.

Karyawan PT Herona Expres, Kristian Dianata mengatakan, pengiriman barang menggunakan KA menurun lebaran tahun ini. “Karena ada program mudik dari pemerintah sehingga masyarakat tidak lagi mengirim barang lewat KA. Tahun ini turun sekitar 30 persen,” ungkapnya, Rabu (14/6/2017).

Masih kata Kristian, program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah sudah termasuk pengiriman barang milik pemudik. Sehingga, pemudik tidak lagi mencari jasa pengiriman barang. Selain itu, naiknya tarif sewa gerbong KA menyebabkan tarif pengiriman barang melalui KA menjadi naik.

“Dibandingkan sebelumnya, tarif pengiriman naik Rp10 ribu. Dulu tarif kirim dari Mojokerto ke Surabaya Rp40 ribu dengan berat maksimal 10 kilogram pertama, lebih dari 10 kilogram pertama maka dikenakan tarif Rp1 ribu. Namun saat ini, Rp50 ribu per 10 kilogram pertama, jika lebih dari 10 kilogram pertama dikenakan biaya tambahan sebesar Rp2 ribu,” katanya, seperti dilansir

Kristian menambahkan, jenis barang yang dikirim menggunakan jasa pengiriman barang di PT Herona Expres terdiri dari makanan beku, motor, sandal dan kiriman barang lainnya. Menurutnya, saat ini yang paling banyak menggunakan jasa pengiriman barang melalui KA yakni produsen sandal yang banyak terdapat di Kota Mojokerto.

“pengiriman sandal yang banyak karena Kota Mojokerto kan banyak produsen sandal. Mungkin menjelang lebaran ini, pesanan mereka juga meningkat. Selain itu, masih ada beberapa motor yang kirim melalui kami dan makanan beku. Tujuannya berbagai kota di jawa baik Jawa Timur sendiri maupun kota lain di Pulau Jawa,” tuturnya.

Salah satu pengguna jasa pengiriman barang melalui KA, Ardo mengaku, masih memilih mengirim barangnya menggunakan jasa pengiriman barang melalui KA karena dinilai masih lebih cepat. “Karena kebetulan saya di bisnis makanan beku sehingga harus mengirim pesanan barang yang cepat sampai ke konsumen,” ujarnya, seperti dilansir beritajatim.com.

Menurutnya, pengiriman barang menggunakan KA sehari sudah sampai tujuan. Sementara jasa pengiriman barang lainnya, 2 sampai 3 hari baru sampai tujuan. Ardo mengaku, tidak terlalu terganggu dengan tarif jasa pengiriman yang meningkat karena konsumen atau pemesan yang dikenakan ongkos kirim tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY