Protes Kebijakan, Ratusan TKBM Mogok di Dermaga Jamrud Selatan

0
441
Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (tempo.co)

Surabaya – (suaracargo.com)

Ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) mogok kerja di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka protes karena tidak dipekerjakan lagi di dermaga tersebut.

Sejak 1 Maret 2017, kapal Roll on Roll off (RoRo) yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk Dermaga Jamud, sudah tidak dilayani oleh TKBM lagi. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 152 tahun 2016 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan bongkar muat barang dari dan ke kapal. Peraturan itulah yang diprotes oleh TKBM. Mereka menganggap peraturan itu menghilangkan penghasilannya. Mereka minta peraturan menteri itu ditinjau kembali karena merugikan rakyat kecil.

“Kami melakukan mogok kerja tiga hari. Hari ini, esok, dan lusa,” ujar Ketua PUK SPMI TKBM Tanjung Perak, Abdussalam, kepada wartawan, Selasa (4/4/2017).

Abdussalam mengatakan, bolehlah kapal RoRo yang tertambat di Dermaga Gapura Surya tak menggunakan jasa TKBM. Namun, kapal RoRo yang tertambat selain di Gapura Surya tetap harus menggunakan jasa TKBM.

“TKBM bukan pekerja liar. Izin kami di (Dermaga) Jamrud. Kalau permintaan kami tak didengar kami akan mogok di semua lini (pelabuhan) baik di Teluk Lamong, Mirah, Berlian, dan Jamrud. Dan bila tak didengar juga, kami akan mengadu ke DPR,” kata Abdussalam.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Laut, Operasi dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Dody Tri Wahyudi mengatakan bahwa sudah ada tujuh kali pertemuan antara operator RoRo dan TKBM membahas masalah tersebut. Tetapi, pertemuan – pertemuan tersebut belum membawa hasil.

Meski Permenhub 152 tahun 2016 menyatakan meniadakan TKBM untuk kapal RoRo, namun dalam pertemuan itu, operator RoRo bersedia mempekerjakan TKBM tapi hanya membutuhkan dua orang. Namun, dari pihak TKBM meminta dipekerjakan enam orang. Jumlah pekerja itulah yang masih juga belum menjadi kesepakatan.

“Ada alternatif kesepakatan kedua yakni bila Permenhub 152 dipekerjakan, agar kapal RoRo disandarkan di kade 0-400. Tetapi apakah itu cukup untuk kegiatan operasional kapal Roro? Akan kami rapatkan segera,” kata Dody, seperti dilansir detik.com.

Dody berharap agar pertemuan pihak yang berkepentingan mencapai titik temu. Dody mengatakan, meski TKBM mogok kerja, namun pekerjaan bongkar muat tetap berjalan. Pekerjaan bongkar muat dilakukan oleh buruh bongkar muat dari Pelindo III.

Para TKBM yang mogok kerja hanya berkumpul saja di areal Dermaga Jamrud Selatan. Mereka bergerombol. Namun polisi tetap siaga di lokasi. Polisi membuat pagar betis di jalan masuk menuju bagian dalam Dermaga Jamrud.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here