Proyek Kereta Api Parepare-Makassar Terhambat Pemotongan Anggaran

0
278
Rel Kereta Api (gosulsel.com)

Makassar – (suaracargo.com)

Masalah anggaran sepertinya selalu menjadi masalah dalam setiap progres pembangunan proyek. Hal yang sama terjadi di Proyek Kereta Api Parepare-Makassar sepanjang 145 Km, yang tahun ini mengalami beberapa pemotongan anggaran.

Salah satu pengerjaan yang terhambat adalah pemotongan anggaran adalah masalah pembebasan lahan yang akan digunakan. Dimana saat ini jalur sepanjang 53 Km dari Barru ke Parepare hampir rampung dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun anggaran belum cair dari pemerintah pusat.

“Yang 53 km, kami sementara mengukur tinggal menunggu dana dari Kementerian Perhubungan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembayaran. Kalau sudah siap dananya kami akan bayarkan ,” kata Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ichsan, ditemui di Rujab Gubernur Sulsel,

PROMO CSMCARGO TERBARU

Ichsan menargetkan semua proses pengukuran oleh tim apresial sebelum bulan puasa akan rampung, mengenai anggaran pihaknya tak terlalu mencampurinya. Pasalnya, pihak Kementerian Perhubungan masih dalam tahap pengusulan untuk anggaran ini.

“Kami tak terlalu mencampuri masalah anggaran. Kami hanya membahas masalah teknis, tapi sejauh ini tak ada masalah. Toh, masyarakat sejauh ini sudah menunggu proses ganti rugi,” lanjutnya, seperti dilansir GoSulsel.com.

Setelah proses lahan ini rampung, tambah dia, pihaknya akan melanjutkan untuk rute dari Barru ke Makassar. Hanya saja, untuk perencanaan jalur, sejauh ini dari pihak Dirjen Perkeretaapian memang baru menyerahkan jalur dari Barru sampai Parepare.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel yang juga ketua Tim Percepatan Pembebasan Lahan, Agus Arifin Nu’mang menjelaskan untuk tahun ini anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat hanya Rp280 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyelesaian jembatan sepanjang 16 kilometer.

Padahal untuk pembebasan lahan ke arah Parepare dibutuhkan dana sebesar Rp700 miliar. Pihaknya saat ini menyiapkan data tanah-tanah yang akan dibebaskan.

“Yang jelas kami butuh anggaran karena itu sudah menjadi ketentuan pusat dan saya yakin pemerintah pusat akan memperhatikan kerena kereta api salah satu proyek strategis yang dicanangkan presiden” jelasnya. (*)

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY