Proyek Pelabuhan Sijantung Terancam Molor dari Jadwal

0
384
Infrastruktur pelabuhan/Foto: Istimewa
Infrastruktur pelabuhan/Foto: Istimewa

Batam – (suaracargo.com)

Akibat keterlambatan pengerjaan yang tidak sesuai kontrak, Proyek pelabuhan Sijantung di Pulau Galang yang ditargetkan rampung Desember tahun ini terancam molor dari jadwal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengunjungi lokasi pembangunan pelabuhan. Saat berkunjung ke sana, dia menemukan sejumlah pengerjaan yang belum selesai.

“Jika sampai akhir tahun belum selesai juga, kami menegur kontraktor proyek yang tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan perjanjian,” kata dia pada hari Senin (11/10/2014), sebagaimana dilansir sindonews.com.

Rencananya, Pelabuhan Sijantung di Pulau Galang Kota Batam dibangun sebagai bagian dari infrastruktur konektivitas laut antara Kota Batam dan Kabupaten Lingga. Pelabuhan Sijantung yang dibangun untuk memotong alur pelayaran Batam-Lingga itu direncanakan selesai Desember 2014.

Dalam pembangunan pelabuhan itu, Pemkot Batam bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepri. Pemkot Batam menangani pengerjaan di bagian laut, dan Pemprov Kepri di bagian darat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis mengatakan bila sudah beroperasi, pelayaran Batam-Lingga dapat lebih singkat hingga lima jam. Karena selama ini pelayaran Batam-Lingga harus melalui transit di Tanjungpinang.

Pemprov menyiapkan anggaran Rp1,3 miliar untuk semua pengerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, sedangkan yang Rp7 miliar disiapkan Pemkot Batam.

Pengerjaan infrastruktur pelabuhan di lahan seluas 1,5 hektare itu dilakukan serentak oleh Pemkot dan Pemprov dan diharapkan juga selesai beriringan.

Di pelabuhan itu, pemerintah akan menyiapkan dua ponton, untuk keberangkatan dan kedatangan di pelabuhan itu, agar tidak semrawut dalam melayani warga.

Sementara untuk kapal yang melayani pelayaran di sana, Pemprov Kepri akan memberikan kesempatan pada pengusaha di Tanjungpinang, Lingga dan Batam. “Kami akan undang operator di Batam, Lingga dan Tanjungpinang. Kami akan tawarkan siapa saja yang mau masuk,” kata dia.

Sedangkan pengelolaan pelabuhan akan dilakukan bersama antara Badan Usaha Kepelabuhanan Kepri dan Batam. “Persentase bagi hasil disesuaikan dengan pengeluaran,” kata dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here