PT BNI Kerjasama Dengan PT Pelindo II Kelola Pembiayaan Pelabuhan

0
100
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo II, untuk layanan pembiayaan pelabuhan (port service financing) kepada pengguna jasa pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Pihak BNI dan Pelindo II juga menjalin kerja sama sistem pembayaran fasilitas pembiayaan atas invoice pengguna jasa pelabuhan.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, potensi supply chain ke Pelindo II cukup besar, tercermin dari perputaran keuangan di Pelindo II yang dalam setahun mencapai Rp 3 triliun, serta memiliki mitra premium sebanyak 80 perusahaan.

“Dalam sebulan, perputaran uang di Pelindo II sekitar Rp 3 triliun, itu kan cukup besar, dan baru Pelindo II saja, belum cabang yang lain, mitranya saja yang premium ada 80. Jadi sebenarnya potensinya besar,” kata Baiquni di Jakarta, Senin (4/9).

Baiquni menjelaskan, port service financing tergolong baru di sektor layanan perbankan Indonesia. Port service financing tersebut merupakan sekumpulan layanan lengkap yang diberikan kepada pengguna jasa kepelabuhanan, mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan jasa-jasa kepelabuhanan di Indonesia.

Port service financing merupakan skema pembiayaan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di Pelindo II, yang diintegrasikan dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan. “BNI akan membiayai perusahaan-perusahaan pengguna jasa pelabuhan dengan supply chain financing, dan Pelindo II jadi anchor. Nanti atas dasar rekomendasi Pelindo, kami biayai anak usaha mereka juga,” ungkap dia.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengungkapkan, manfaat adanya port service financing tersebut bagi Pelindo II yakni, akan ada ketepatan atau kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan. Bagi para pengguna jasa kepelabuhan, layanan kami ini dapat memperlancar cash flow usaha, sedangkan untuk BNI akan mendapat debitor baru dan pengendapan dana.

“Ini selain sinergi BUMN juga sebagai kolaborasi dengan swasta. Untuk kami manfaatnya jadi lebih mudah dan cepat tidak ada lagi transaksi tunai, semua digital, untuk customer akan lebih transparan dan akuntabel, serta BNI akan dapat debitor baru,” tambah dia, seperti dilansir beritasatu.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY