PT KAI akan Hidupkan Jalur Rel Kereta Api di Sumatera Barat

0
507
Masinis menaiki lokomotif kereta api kontainer pada peresmian angkutan peti kemas menggunakan kereta tersebut di Terminal Peti Kemas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4). Dengan dibukanya kembali angkutan KA kontainer dengan jalur Surabaya-Jakarta itu diharapkan dapat memperlancar arus petikemas dan dapat bersinergi dengan konsep tol laut seperti yang digagas Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rei/Spt/15.

Padang – (suaracargo.com)

Setelah sekian lama mati suri, akhirnya perkeretaapian Sumatera Barat kembali dihidupkan. Rel atau jalur kereta api yang selama ini digunakan warga akan disterilkan. Karena itu, Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo mengimbau kepada warga agar tidak lagi menggunakan tanah di sepanjang rel kereta api.

“Agar kereta api kembali lancar, kami harapkan warga mensgembalikan fungsi rel sebagai jalur bagi kereta api,” ujar Walikota saat melakukan dialog dengan jamaah Masjid Darussalam, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan dalam program Jumat Keliling, Jumat (15/4).

Walikota berharap agar rel kereta api yang selama ini digunakan warga agar dikembalikan lagi. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) harus dapat melakukan pembenahan terhadap rel yang ada. Tahun ini jalur kereta api udah harus steril dari bangunan.

“Kami mohon kepada warga bangunan yang ada di atas rel kereta api dibebaskan supaya rel bisa digunakan,” tukuk Mahyeldi sambil menyosialisasikan pengaktifan kembali kereta api kepada warga setempat.

Seperti diketahui, pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat sudah mulai dikerjakan. Pengerjaan ini dengan anggaran mencapai Rp 2,7 triliun. “Ini bukan rencana lagi, tetapi sudah dimulai. Bupati dan Walikota harus segera menyosialisasikan pengaktifan kembali seluruh jalur kereta api ini, terutama pada masyarakat yang menempati tanah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI),” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, kepada wartawan.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta memang sudah harus dilakukan. Apalagi, transportasi darat yang tidak terkendala macet hanya kereta api. “Kereta api adalah sarana transportasi yang mencirikan negara maju. Kita akan menuju ke arah itu dengan mengaktifkan kembali jalur kereta yang sudah ada dan menyambung jalur dari Logas ke jalur trans Sumatera di Pekan Baru, Provinsi Riau,” bebernya, seperti dilansir minangkabaunews.com.

Irwan memahami, dalam pengaktifan kembali rel – rel kereta api tersebut, cukup banyak tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan yang harus dihadapi banyaknya lahan PT. KAI yang ditempati masyarakat, baik secara legal dengan menyewa ataupun ilegal.

“Bagaimanapun, lahan milik PT. KAI itu akan diambil alih kembali untuk pengaktifan kembali jalur KA. Masyarakat harus memahami hal ini,” sebutnya.

Sementara, Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI), Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Sulthon Hasanudin mengatakan, untuk pengaktifan jalur kereta api itu, yang terpenting adalah daerah bebas 11.75 meter sepanjang jalur kereta.

“Untuk lahan bebas ini tidak ada toleransi. Tidak boleh ada bangunan atau hal lain yang menghalangi seperti billboard. Ini yang kita minta dukungan dari masing-masing kepala daerah,” katanya.

Anggaran sebesar Rp2,7 triliun untuk pengaktifan kereta api digunakan untuk peningkatan jalur kereta api dari Kacang sampai Solok, Muaro Kalaban-Muaro, Naras Sungai Limau, Padang-Pulau Air dan peningkatan jembatan kereta api dari Padang sampai Padang Panjang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here